Uncategorized

KADES GONON PIMPIN REMBUK STUNTING, DESA KLAPANUNGGAL SIAP WUJUDKAN ANAK BEBAS GIZI BURUK

BOGOR – Upaya memerangi masalah gizi buruk yang berdampak pada pertumbuhan anak terus digalakkan. Pada Sabtu (9/8/2025), Pemerintah Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, menggelar Rembuk Stunting di Aula Desa Klapanunggal. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen pemerintahan desa, kader kesehatan, hingga perwakilan kecamatan.

Acara dihadiri oleh Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang Saripudin, Ketua BPD Klapanunggal, Beben, Wakil Ketua BPD, Arda, Sekretaris BPD, Nemin, Bhabinkamtibmas Klapanunggal, Amir, seluruh Kepala Dusun (Kadus), Ketua RW dan RT, serta para ibu-ibu PKK dan kader Posyandu Desa Klapanunggal. Hadir pula perwakilan dari pihak Kecamatan Klapanunggal yang memberikan dukungan teknis.

Dalam sambutannya, Kades Ade Endang Saripudin menegaskan pentingnya perhatian terhadap gizi anak di Desa Klapanunggal.

“Program penanggulangan stunting ini harus menjadi perhatian bersama. Anak-anak Desa Klapanunggal harus mendapatkan gizi yang cukup agar tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang baik. Para Ketua RW, RT, dan kader posyandu wajib mensosialisasikan pentingnya gizi kepada orang tua,” ujar Ade di hadapan peserta rembuk.

Kades juga menginstruksikan agar kegiatan ini tidak berhenti pada rapat saja, tetapi diikuti dengan aksi nyata berupa pemeriksaan kesehatan balita, pemantauan tumbuh kembang, dan pemberian makanan tambahan bergizi di setiap posyandu.

Senada dengan Kades, Ketua BPD Klapanunggal, Beben, mendorong peningkatan layanan gizi di seluruh posyandu desa.

“Program stunting harus diperkuat di setiap posyandu. Kita harus memastikan seluruh anak di Desa Klapanunggal mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, terutama di usia emas pertumbuhan,” tegas Beben.

Perwakilan dari Kecamatan Klapanunggal juga menekankan bahwa upaya penanggulangan stunting harus dilakukan secara menyeluruh di tingkat desa, karena persoalan ini merupakan masalah nasional yang dapat menghambat kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (dari janin hingga anak usia dua tahun). Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya, disertai risiko gangguan perkembangan otak, kecerdasan, dan kesehatan jangka panjang.

Rembuk Stunting Desa Klapanunggal menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi antarperangkat desa, kader kesehatan, dan masyarakat. Setiap RW dan RT diminta aktif mengawasi anak-anak di lingkungannya dan melaporkan jika ada tanda-tanda stunting agar segera ditangani.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa, BPD, PKK, Posyandu, dan pihak kecamatan, Desa Klapanunggal menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Upaya ini diharapkan mampu mencetak generasi yang sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan.(Agung DS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *