RAGAM

Rehabilitasi Kantor Desa Bojong Nangka Mulai Dikerjakan

Kades H. Amir Arsyad Tegaskan: “Pelayanan Harus Lebih Baik dan Lebih Luas!”

BOGOR— Pembangunan vital kembali digulirkan di wilayah Kecamatan Gunung Putri. Kali ini, Kantor Desa Bojong Nangka resmi memasuki tahap rehabilitasi dan perluasan bangunan. Proyek ini didanai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Desa Tahun Anggaran 2025 dengan total nilai mencapai Rp 200.000.000.

Dana tersebut direalisasikan dalam dua tahap, yaitu:

  • Tahap 1 — 60%: Rp 120.000.000
  • Tahap 2 — 40%: Rp 80.000.000

Pekerjaan ini dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang diketuai Ahmad, bersama warga masyarakat Desa Bojong Nangka dalam konsep kerja gotong royong. Proyek ini direncanakan berlangsung selama 80 hari kalender.

Pada Kamis, 20 November 2025, awak media Tipikor Investigasi memantau langsung kondisi di lapangan. Terlihat para pekerja sedang fokus mengerjakan fondasi cakar ayam—tahap paling penting dalam memperkuat bangunan agar kokoh, tahan lama, dan aman digunakan sebagai pusat pelayanan desa.

Suasana pekerjaan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat bangunan kantor desa ini akan menjadi tempat pelayanan publik yang intens dan berlangsung setiap hari.

Kepala Desa Bojong Nangka, H. Amir Arsyad, S.P, menegaskan bahwa rehabilitasi ini adalah kebutuhan yang sudah lama ditunggu. Kantor desa sebelumnya dinilai terlalu sempit, padahal volume pelayanan terus meningkat setiap tahun seiring pertumbuhan penduduk.

“Kita ingin kantor desa yang lebih luas dan layak, supaya pelayanan ke masyarakat bisa lebih cepat, lebih nyaman, dan lebih tertata. Selama ini kantor belum direnovasi, dan kondisinya sudah tidak memadai. Jadi pembangunan ini sangat penting,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa meski pelayanan masih menggunakan kantor lama selama rehabilitasi berlangsung, pihak desa tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Kantor Desa Bojong Nangka sendiri memiliki lahan yang cukup luas, sehingga rehabilitasi dan perluasan dianggap sangat strategis. Nantinya, kantor desa akan memiliki ruang pelayanan yang lebih modern, aman, dan nyaman bagi warga yang datang untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.

Mulai dari pembuatan surat menyurat, pengurusan dokumen kependudukan, hingga pelayanan kemasyarakatan lainnya—semua ditargetkan menjadi lebih cepat dan efisien setelah rehabilitasi selesai.

Pembangunan ini dilaksanakan melalui TPK Desa, dipimpin Ahmad, bersama masyarakat yang turut terlibat secara langsung. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga dukungan dan partisipasi masyarakat.

Dengan sistem swakelola, anggaran dapat lebih efisien dan hasilnya lebih transparan.

Warga Bojong Nangka menyambut baik pembangunan ini. Banyak dari mereka berharap kantor desa yang baru nanti:

  • Lebih layak dan nyaman
  • Memiliki ruang tunggu yang baik
  • Pelayanan lebih cepat dan ramah
  • Ruang kerja perangkat desa lebih tertata

Rehabilitasi Kantor Desa Bojong Nangka bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan dana Bankeu 2025 dan gotong royong masyarakat, pembangunan ini diharapkan selesai tepat waktu dan memberikan manfaat besar bagi seluruh warga.(Agung DS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *