PEMERINTAHAN

Yakinkan Publik, Trend Pertumbuhan Sehat Di Catat Bank Kota Bogor

BOGOR – Saat menemui pihak Dirut Bank Kota Bogor,Tomy Indra Gunawan pada Kamis (8/10).

Didapatkan sejumlah informasi patut diketahui publik.

Dimana secara umum terdapat pertumbuhan kinerja keuangan yang solid pada triwulan ketiga tahun ini.

Di tengah dinamika ekonomi makro, bank milik pemerintah daerah Kota Bogor ini berhasil menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, likuiditas stabil, hingga struktur permodalan yang tebal.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi resmi, total aset Bank Kota Bogor tumbuh 7,86 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi penyaluran kredit yang naik 5,26 persen (YoY) serta melesatnya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) berupa tabungan dan deposito sebesar 18,01 persen (YoY).

Pada media ,pihak Perumda BPR Bank Kota Bogor dalam keterangan Direktur Utama Perumda BPR Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan memberikan penjelasan tentang penyaluran kredit tetap difokuskan pada Kredit Multiguna untuk mendorong konsumsi rumah tangga, serta pembiayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Kita tentu gembira atas capaian ini.

Dan inilah hasil dari komitmen kami untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang aman dan terpercaya.

Kami fokus pada pengelolaan risiko yang pruden dan adaptif guna memastikan BPR tetap tangguh menghadapi tantangan ekonomi,” kata Tommy, kamis 8 Oktober 2026.

Ditambahkan dia,adanya kepercayaan masyarakat yang tinggi selaras dengan indikator rasio keuangan bank yang tergolong prima.

“Posisi Rasio Kecukupan Modal (CAR) mencapai 44,44 persen, berada jauh di atas ambang batas minimum regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 15 persen.

Kemudian, Kualitas Kredit (NPL Net), terjaga rendah di angka 2,02 persen, jauh di bawah batas aman 5 persen berkat manajemen risiko yang ketat.

Dan Rasio Kredit terhadap Simpanan (LDR) membaik menjadi 128,11 persen dari periode tahun sebelumnya yang mencatatkan 143,62 persen.

Terkait LDR, indikator tersebut berperan mengukur fungsi intermediasi dan pendanaan (funding). Tingkat likuiditas bank tetap terjaga sangat aman karena didukung ketersediaan aset likuid, arus kas masuk dari portofolio kredit, serta ketersediaan buffer likuiditas yang memadai.

Selain itu, seluruh dana simpanan nasabah di Bank Kota Bogor dijamin penuh oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan yang berlaku hingga Rp.2 miliar per nasabah.

Tidak hanya dari sisi finansial, Bank Kota Bogor juga memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance).

Menjalankan amanat POJK Nomor 9 Tahun 2024 dan Permendagri Nomor 21 Tahun 2024, Bank Kota Bogor resmi melengkapi struktur organisasi dengan memenuhi formasi ideal 3 orang anggota Direksi dan 3 orang anggota Dewan Pengawas,”urai dia.

“Ada pengisian formasi Dewan Pengawas yang berasal dari kalangan profesional di bidang manajemen risiko, hukum, keuangan, dan tata kelola publik ini memberikan dampak signifikan.

Penilaian faktor tata kelola dalam perhitungan Tingkat Kesehatan Bank Kota Bogor resmi naik dari predikat Komposit 2 (Sehat) menjadi Komposit 1 (Sangat Sehat).

Kehadiran formasi lengkap Dewan Pengawas akan memperkuat fungsi pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi. Kami optimis sinergi ini memacu efisiensi operasional dan transparansi yang berdampak langsung pada kepuasan nasabah,” jelas Tommy.

Selain itu dia meyakinkan bahwa
Langkah penguatan ini juga sejalan dengan penerapan POJK Nomor 23 Tahun 2024 terkait transparansi laporan keuangan.

Ke depan, Bank Kota Bogor bersiap mempercepat digitalisasi layanan dan memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat Kota Bogor.

( Agus Subagja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *