RAGAM

Hukuman Gantung Terbalik Di Monas, Solusi Efek Jera Para Koruptor & Uang Sitaan Umumkan

BOGOR – Kejahatan korupsi di Indonesia sudah dalam kondisi parah dan berkerak hitam.

Tidak ada efek jera para bandit dan oknum pejabat koruptor ,dinilai salah satunya faktor hukuman yang ringan hanya hukum tahanan.

Lalu sejauhmana dana hasil rampasan para koruptor itu dikelola setelah diambil dan disita lembaga hukum negara.

Apakah benar ,sumber keuangan hasil sitaan para koruptor dimasukan kedalam kas pendapatan negara.

Para aktifis anti korupsi mulai nyaring agar harta sitaan dan rampasan koruptor diumumkan setiap Jumat pagi disetiap televisi nasional juga para pelaku dan keturunannya dibuka pada publik.

“Belum pernah kita dengar hasil korupsi di setor ke kas negara jdi klu begitu setor nya kemana ya ??… Apa hanya pindah tangan saja tukar orang yg korupsi nya ” ujar Galai SiManupak SH pada media.

Dilanjutkan dia atas ide hukuman setimpal untuk efek jera para koruptor.

” Ide atas efek jera para koruptor yaitu pada standar dan batasan moralitas yang setimpal bukan hanya formalitas seperti saat ini.

Yaitu bukan lagi kejahatan umum atau biasa praktek korupsi ini.

Tapi jelas bentuk penghianatan pada agama ,bangsa dan negara.

Kami usulkan hukuman gantung terbalik dimonas cukup 15 – 25 menitan saja.

Nanti disiarkan disemua TV nasional hingga pada tataran publik baik tingkat desa ,kacamatan dan ,kabupaten dan Propinsi untuk datang kelokasi.

Pada maksimalisasi hukuman terbuka dan batasan moralutas ini pasti akan kapok semua para oknum pejabat yang korupsi ” papar Galai SiManupak SH pada media,Jumat (30/5).

( Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *