RAGAM

Rekomendasi Mendagri Dinilai Janggal, Ini Bukan Proses Tender Dibalik Seleksi Ulang Direksi Tirta Pakuan?

BOGOR – Entah apa gerangan setelah diumumkan oleh Walikota Bogor,Dedie Rachim soal 3 nama Direksi di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor kini diketahui hanya 2 nama direksi yang akan dilantik dan posisi direksi Administrasi Keuangan akan diseleksi ulang .

Hingga publik menilai keadaan ini membingungkan semua pihak bahkan ditenggarai seakan ada jemari bandul politik diduga mantan Walikota Bogor masih mencengkram perusahaan itu.

“Ini bukan proses Tender Direksi dan juga bukan pengadaan Barang dan Jasa atau Barjas untuk Direksi Perumda Tirta Pakuan.

Maka dalam proses seleksi Direksi itu telah dilakukan melalui tahapan yang terbuka namun ujungnya masih menimbulkan polemik lagi.

Ini makin tidak sehat dan kondusif ditengah adanya gerakan aktif adanya dugaan kontra putusan Walikota Bogor diperusahan itu.

Nah apakah ini merupakan satu rangkaian agenda politik atau memang ada oknum tokoh politik praktis pada permainan dalam bursa direksi tersebut” papar Galai Simanupak SH Divisi hukum Forum MAKUMBA RI pada media,Jumat (27/3).

Dilanjutkan dia,harusnya pihak kementerian Dalam Negeri itu malah meminta dasar atas rekomendasi bursa calon direksi itu diawal dan kalo perlu ada pihaknya terlibat dalam panitia seleksi jika memang menentukan atas hasil tahapan seleksi itu.

Jangan setelah ada nama rating diumumkan kepala daerah atau Walikota tapi dianulir lagi sebab ini bukan permainan bola sepak.

Memang apa ini harus diulang pansel untuk posisi administrasi dan Keuangan,apa terkait subjektif nama tertentu atau memang ada dasar hukumnya yang menjadi pijakan kuat ketika pansel harus melakukan proses seleksi lagi atas nama yang telah diumumkan Walikota Bogor.

Nah hal inipun harus diungkap ketua pantia seleksi saudara Asda ( Asisten Daerah ).

” Jelas tahapan seleksi telah memadai dan dilaksanakan ,dengan baik dan benar oleh panitia seleksi.

Juga diumumkan pada publik oleh kepala daerah yakni Walikota Bogor.

Nah adanya nama yang dianulir kembali maka itu artinya tidak sepakat atau tidak sesuai keinginan seseorang di kementrian itu sendiri .

Lalu apa dasar penolakan nama satu nama direksi itu ,maka itulah yang harus pula diungkap pada publik jangan sampai ini makin mengeruhkan suasana kerja dan iklim kinerja diperusahan itu” ujar dia.

Sementara itu pihak Pemkot Bogor melalui sekda Denny Mulyadi ,telah menjelaskan pula bahwa dalam tahapan yang dilakukan panitia seleksi meliputi administrasi, Uji Kelayakan dan Kepatuhan (UKK), serta wawancara akhir, Kemendagri memberikan poin-poin pertimbangan krusial.

Dari tiga posisi yang ada, akan dijadwalkan akan melantik dua direktur baru dan melakukan seleksi ulang untuk posisi Direktur Administrasi dan Keuangan.

“ Kita sampaikan adanya kepastian ini menyusul turunnya surat dari Kemendagri perihal Pertimbangan Atas Penetapan Calon Direksi Perumda Tirta Pakuan yang ditandatangani Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat,” kutip Denny Mulyadi pada media.

Dari informasi yang dihimpun diketahui masuknya Dani Rakhmawan dan Muzakkir ke jajaran direksi diharapkan mampu membawa penyegaran bagi perusahaan plat merah milik Pemkot Bogor tersebut.

Dani Rahmawan yang saat ini pejabat Sekretaris Perusahan akan segera diproyeksikan di bidang operasional akan memikul tanggung jawab teknis distribusi air, sementara Muzakkir diharapkan mampu mendongkrak performa layanan dan ekspansi bisnis Tirta Pakuan.

“Jika tidak ada perubahan, rencananya Wali Kota akan Melantik pada hari Jumat 27 Maret 2026 bulan ini ” tutur Denny Mulyadi.

(AB)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *