PEMERINTAHAN

Perkuat Layanan Kesehatan, Menkes Groundbreaking Pembangunan RSUD Kwaingga

KEEROM – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Keerom dalam rangka groundbreaking atau peletakkan batu pertama pembangunan RSUD Kwaingga. Kegiatan berlangsung di Jln. Celcius Watae, Kampung Asyaman, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Kegiatan ini dihadiri Kemenkes Budi Gunadi Sadikin, Bupati Kabupaten Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP, Pj Sekda Propinsi Susana Wanggai. Ketua Pengadilan Tinggi Papua, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Jayapura, DPRK Kabupaten Keerom, Kapolres Keerom. Kepala Perwakilan BPKP Papua, Danramil 1701 kodim, Arso.

Pembangunan peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga dari kelas D menjadi kelas C. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Quick Win/Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bidang kesehatan yang dicanangkan pemerintah untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Menkes menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan dan terluar.

“Bapak Presiden berpesan kepada saya, layanan kesehatan jangan hanya untuk orang Jawa. Seluruh rakyat Indonesia harus mendapat layanan yang setara,” ujar Menkes Budi.

Menteri kesehatan juga menyampaikan bahwa fasilitas lengkap akan disediakan di RSUD Kwaingga, termasuk CT-Scan, cath lab, fasilitas kemoterapi dan hemodialisis. Selain itu, beliau menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM kesehatan melalui beasiswa pendidikan spesialis, khususnya bagi putra-putri asli Papua,

“Tidak cukup hanya membangun gedung, kami juga memastikan SDM, alat, dan sistem rujukan berjalan baik. Ini agar layanan yang diberikan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegas Menkes.

Dalam arahannya kepada pemerintah daerah, Menkes juga menegaskan pentingnya memastikan kualitas pelaksana konstruksi, menyusun rencana induk pembangunan rumah sakit yang komprehensif, menjamin ketersediaan tenaga kesehatan, memperbaiki tata kelola dan efisiensi keuangan rumah sakit, serta mengutamakan upaya promotif dan preventif melalui edukasi dan skrining kesehatan.

Lebih lanjut, Menkes menyampaikan bahwa indikator keberhasilan sistem kesehatan bukan terletak pada tingginya jumlah pasien di rumah sakit, melainkan pada semakin sedikitnya masyarakat yang jatuh sakit. Karena itu, Kementerian Kesehatan saat ini tengah menggencarkan program skrining gratis untuk mendeteksi secara dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan jantung.

“Tugas saya bukan hanya mengobati, tapi menjaga masyarakat tetap sehat. Rumah sakit yang bagus itu penting, tapi yang paling utama adalah mencegah orang jatuh sakit,” tegas Menkes.

Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden dan Kementerian Kesehatan atas perhatian yang besar terhadap masyarakat Keerom. Ia berharap pembangunan rumah sakit ini dapat selesai pada 10 Desember mendatang dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan seluruh jajaran Kementerian Kesehatan atas perhatian nyata melalui pembangunan RSUD ini. Pembangunan RSUD Kwaingga bukan sekadar soal fasilitas, tetapi tentang harapan dan keselamatan masyarakat  Keerom,” ujarnya.

Bupati menyatakan kesiapan pemerintah kabupaten untuk mengawal seluruh proses pembangunan rumah sakit ini, baik dari sisi tata kelola, penyediaan tenaga kesehatan, maupun pelayanan langsung kepada masyarakat. “Kami siap mengawal pembangunan ini agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Raja Ampat dan sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pj. Sekda Provinsi Papua, Ibu Suzana Dewijana Wanggai, S.Sos.,M.Si. turut mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan dan menekankan pentingnya afirmasi bagi Orang Asli Papua (OAP) dalam pendidikan dan pengangkatan tenaga kesehatan.

Prosesi simbolis groundbreaking ditandai dengan penekanan sirine dan peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan bersama para pejabat utama, serta penyerahan plakat penghargaan dari Bupati Keerom dan Pj. Sekda Provinsi Papua. (KRISNASON)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *