Perjuangan Erik Exsell Saude Ikut Tes Masuk TNI, 10 Kali Gagal

KEEROM – Menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Polisi Republik Indonesia (Polri) merupakan cita-cita yang banyak didambakan oleh para pemuda. Tak heran, banyak orang rela mati-matian berusaha demi bisa bergabung bersama TNI atau Polri.
Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh Erik Exsell Saude, Perjuangan dan kerja keras pemuda yang lahir dan besar di Papua ini patut diapresiasi. Meski berkali-kali gagal, bahkan rela tak makan karena tak ada uang saat mengikuti seleksi mereka tetap terlihat semangat dan tak kenal menyerah.

Erik Exsell Saude yang lahir dari keluarga petani sederhana, ayahnya bernama Krisnason Saude berasal dari Ternate dan mamanya bernama Magdalena Pesirahu berasala dari Ambon. Kedua orangtuanya merantau ke Keerom Papua, dan dirinya lahir dan besar di tanah Papua.
Erik Exsell Saude mengatakan sudah ikut pendaftaran TNI sebanyak 10 kali dan sekarang yang ke 11. Bahkan ia juga pernah ikut daftar di Polri tapi juga gagal. “Sekarang batas akhir umur saya untuk mendaftar TNI, doakan mudah-mudahan nanti lolos. Saya merasa bersalah ke orang tua, karena belum bisa membanggakan mereka,” ceritanya penuh air mata.
“Saya ingin merubah nasib keluarganya dengan menjadi seorang prajurit TNI. Namun, keinginannya itu lagi-lagi gagal setelah mengikuti beberapa seleksi Prajurit TNI-AL maupun TNI – AD. Saya ingin membanggakan kedua orang tua dan memberikan sumbangsih terbaik buat negara,” tegasnya.
Baginya, Tak ada kata menyerah, Erik Exsell Saude justru semakin semangat berjuang. Dia menyebut, akan terus berjuang atas restu kedua orangtuanya.
“Saya akan terus mengejar mimpi saya. Saya tetap mendaftar lagi di TNI AD lagi, Ini mungkin usaha saya yang terkahir. Harapnya, doa orang tua saya, dan perjuangan saya ini bisa diridohi oleh Tuhan. Saya sangat ingin banggakan orang tua, merubah nasip mereka dan bisa menjadi terbaik bagi negara. Tuhan jawab mimpi saya,” tutupnya sedih. (TIM)



