Pasar Rakyat Ciseeng Bernilai Rp 4 Miliar Mangkrak dan Tak Sesuai SNI

BOGOR – Pasar Rakyat Ciseeng, Desa Prigi Mekar, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang di bangun pada TA 2021 bersumber dari dana Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marinvest) TA 2021, sebesar Rp4 miliar kini mangkrak.
Hasil pantauan awak media ini, Rabu (21/5/25) menunjukan pasar di bangun di atas lahan seluas kurang lebih 400 m2. Pada bangunan pasar rakyat tersebut terdapat kios sebanyak 96 kios dengan ukuran 2 x 2 m2.
Namun, sejak diresmikan pada tahun 2022 hingga kini hampir tidak ada pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Menurut petugas Pasar Ciseeng Malih yang telah bertugas selama 14 tahun di Pasar Ciseeng tersebut, mengatakan pedagang yang berjualan disitu hanya sebanyak 17 pedagang.
“Sejak diresmikan pada tahun 2022 hingga kini hampir tidak ada pedagang yang berjualan di pasar tersebut. pedagang yang berjualan disitu hanya sebanyak 17 pedagang,” ujarnya Rabu (21/05/25) di Pasar Rakyat Ciseeng tersebut.
“Sepinya pedagang tidak hanya saat saja, tapi sejak diresmikan pada tahun 2022, memang sudah sepi. Sepinya pengunjung disebabkan di depan Pasar Rakyat Ciseeng ini terdapat Pasar Ciseeng yang lebih besar dengan kios dan los lebih besar, mata dagangannya lengkap,” tambah Malih.
Sementara menurut Ketua Umum LSM Laskar NKRI Bogor Raya Iwan Apriyanto bahwa atas pasar tersebut, menunjukan bahwa Pasar Ciseeng merupakan pasar rakyat yang berfungsi memenuhi kebutuhan bagi penduduk Kecamataan Ciseeng. Namun, pasar yang telah berdiri sejak tahun 2021 lalu tersebut memiliki banyak kekurangan.
“Diantaranya adalah memiliki lebar koridor yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) pasar rakyat, dan juga luas kios yang sempit tidak sesuai SNI pasar. Alhasil pengalaman berbelanja pengunjung pasar menjadi kurang maksimal dan jauh dari kenyamanan,” tandasnya melalui elepon selulernya Rabu (21/05/25).
“Sehingga redesain pasar harus dilakukan pada pasar tersebut. Pasar rakyat itu harus menerapkan gaya arsitektur kontemporer dengan harapan setiap elemen-elemen yang ada hasil redesain dapat menyatu dengan lokasi dan dapat menarik perhatian pengunjung dan warga sekitar,” imbuh Iwan.
Masih menurutnya, selain itu juga membawa konsep bangunan dengan sirkulasi yang baik dengan koridor lebar dan juga menerapkan program ruang yang baik dengan harapan dapat memuaskan pengunjung saat berbelanja di Pasar Rakyat Ciseeng ini.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marinvest) RI, Asisten Deputi Fasilitasi Hukum dan Konsultasi Usaha telah mengucurkan dana sebesar Rp8 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bupati Bogor pada TA 2021.
Dana sebesar Rp 8 miliar tersebut diperuntukan untuk pembangunan Pasar Rakyat di Ciseeng, Kecamatan Ciseeng dan Pasar Rakyat Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, keduanya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masing masing sebesar Rp4 miliar.
Terkait hal itut Dinas Dagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, melalui Kepala Bidang Perdagangan Desirwan yang dikonfirmasi sehari sebelumnya di kantornya, mengaku belum tahu atas adanya kucuran dana tersebut. Karena belum bertugas di Disdagin.
“Terkait terdapat kucuran dana dari Kemenko Marinvest, dana sebesar total Rp8 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bupati Bogor pada TA 2021 untuk pembangunana Pasar Rakyat Ciseeng dan Cijeruk. Saya tidak tahu, karena belum bertugas di Disdagin,” akunya.
Namun, menurut stafnya bernama Yayan didampingi Iji membernarkan adanya kucuran dana dari Kemenko Marinvest, dana sebesar total Rp8 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bupati Bogor pada TA 2021 untuk pembangunana Pasar Rakyat Ciseeng dan Cijeruk.
Tapi sayangnya, Yayan tidak dapat menjelaskan detilnya besaran dana untuk pembangunan Pasar Rakyat Ciseeng dan Cijeruk, masing-masing sebesar Rp4 miliar tersebut dengan alasan takut salah untuk itu harus lihat dokumen dulu.
Berkas dokumen pembangunan pada kedua psar tersebut ada di gudang ada di gudang dan harus bongkar-bongkar dulu,untuk itu perlu waktu, tidak bis cepat,” ujar Iji.(Ahp)



