PEMERINTAHAN

Pagelaran Sedekah Bumi dan Kirab Budaya Dongdang 2025 di Kampung Ciuncal

Situsari: Tradisi Luhur Warga Sunda Terus Dilestarikan

BOGOR – Masyarakat Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor kembali menunjukkan kekompakan dan rasa syukurnya melalui Pagelaran Sedekah Bumi 2025 yang dipusatkan di Kampung Ciuncal pada Minggu pagi (21/09/2025). Acara dimulai sejak pukul 08:00 WIB dengan penuh semarak melalui Kirab Budaya Dongdang yang diikuti oleh seluruh dusun dan RW di Desa Situsari.

Warga dengan antusias membawa berbagai hasil panen bumi—mulai dari padi, sayuran, buah-buahan, hingga hasil kebun—untuk diarak bersama menuju lokasi acara. Suasana kian meriah ketika dongdang hias khas Sunda dipikul beramai-ramai, menjadi simbol syukur masyarakat atas melimpahnya hasil bumi yang dianugerahkan Allah SWT.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Cileungsi, Drs. Adi Henryana, AP., M.Si., Kepala Desa Situsari, M. Dahlan, Sekretaris Desa, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, LPM, panitia penyelenggara, tokoh masyarakat, hingga seluruh perangkat desa. Kehadiran para pejabat dan tokoh masyarakat menambah khidmat acara yang juga disaksikan ribuan warga Desa Situsari.

Setibanya di lokasi lapangan Kampung Ciuncal, Camat Cileungsi bersama Kades Situsari disambut meriah oleh penari tradisional Sunda. Iringan musik gamelan dan lagu khas Sunda bertema syukur panen, serta kalung bunga sebagai penghormatan, memperlihatkan betapa kuatnya nuansa budaya dalam pagelaran ini.

Dalam sambutannya, Camat Cileungsi, Adi Henryana, menyampaikan apresiasi dan pesan mendalam:

“Kita harus selalu bersyukur atas hasil panen yang diberikan Allah SWT di tanah Desa Situsari. Apa yang kita tanam, insya Allah membuahkan hasil untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Tradisi sedekah bumi ini bukan sekadar budaya, tapi juga bentuk menjaga kerukunan antarwarga yang harus terus dilestarikan setiap tahun.”

Sementara itu, Kades Situsari, M. Dahlan, menegaskan komitmennya untuk melestarikan tradisi budaya Sunda:

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena hasil bumi Desa Situsari selalu mencukupi kebutuhan warga. Sedekah bumi ini adalah wujud syukur sekaligus mempererat kerukunan warga. Saya berjanji tradisi ini akan terus kita jaga setiap tahun, karena ini adalah identitas dan warisan budaya kita.”

Acara berlangsung dengan lancar meski sempat diguyur hujan deras. Namun semangat masyarakat tidak surut, justru semakin memperlihatkan kekompakan dan kekuatan gotong royong warga.

Puncak acara pada siang hari ditandai dengan atraksi tari-tarian khas Sunda oleh penari wanita berbusana adat, diiringi alunan musik tradisional. Pertunjukan ini mendapat tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Tidak berhenti sampai di situ, masyarakat Desa Situsari juga akan dihibur dengan Pagelaran Wayang Golek pada malam harinya, menghadirkan lakon-lakon tradisional yang sarat pesan moral sekaligus menjadi tontonan budaya yang mengakar di tanah Sunda.

Sedekah bumi bukan hanya ritual budaya, melainkan simbol harmonisasi antara manusia dengan alam. Melalui kegiatan ini, warga Desa Situsari diajak untuk terus menjaga kelestarian lingkungan, memupuk rasa syukur, serta mempererat persaudaraan antarwarga.

Dengan segala rangkaian acara yang penuh makna, Sedekah Bumi 2025 Kampung Ciuncal membuktikan bahwa tradisi warisan leluhur Sunda tetap hidup dan dijaga dengan penuh kebanggaan oleh generasi penerusnya.(Agung DS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *