Makin Tajam, Kepala Inspektorat Akan Klarifikasi Pejabat OPD Di Duga Terlibat

BOGOR – Atas ramai dan telah muncul kepermukaan soal proyek kegiatan Pokir (Pokok Pikiran ) dewan yang diduga menjadi area kepentingan baik seseorang maupun kelompok untuk mencari keuntungan.
Pihak media telah melakukan konfirmasi pada Kamis (5/6) inspektorat Kota Bogor.
“Kami sedang pelajari & dalami surat dari BMH, akan dilakukan proses klarifikasi kepada para pihak yg disebutkan didalam surat tersebut” tulis Pupung ,Kepala Inspektorat Kota Bogor.
Ditambahkan dia terkait tupoksi Inspektorat.
“Tugas kami hanya pada lingkup menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat yg masuk ke kami”ujar dia.
Dari Catatan dan hasil penelusuran perihal proyek POKIR di Kota Bogor rupanya juga pernah dilaporkan para pengusaha Kota Bogor ke Dewan sejak tahun 2022.
Sejumlah Asosiasi Pengusaha Jasa Kontruksi Geruduk Balaikota dan DPRD Kota Bogor.
Sebanyak seratus pengusaha yang tergabung dalam asosiasi – asosiasi pengusaha jasa konstruksi Kota Bogor menggelar aksi demonstrasi di dua lokasi yaitu di DPRD Kota Bogor dan di Balai Kota Bogor, pada Selasa 20 Desember tahun 2022.
Dalam aksinya para pendemo menuntut agar tidak ada lagi oknum anggota DPRD Kota Bogor yang cawe – cawe dalam proyek pekerjaan pokok – pokok pikiran (Pokir).
Dalam orasinya saat itu pihak Ketua Aspeknas Kota Bogor Felix Martha menyampaikan, bahwa selama ini pengusaha – pengusaha yang tergabung dalam asosiasi jasa konstruksi merasa tidak pernah dilibatkan partisipasinya dalam proyek pekerjaan pokok – pokok pikiran atau Pokir, sehingga muncul dugaan bahwa ada oknum anggota DPRD Kota Bogor yang bermain dalam proyek Pokir ini dengan berperan sebagai pengepul pokir.
Tentu saja hal tersebut menimbulkan persoalan yang pada akhirnya masyarakat yang dirugikan karena tidak dapat menikmati hasil pembangunan yang berkualitas.
“Kita disini para asosiasi melakukan pengawasan terhadap proses berjalannya pembangunan di Kota Bogor, dan yang bertanggung jawab, kan sesuai dengan nomenklatur kan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor,” kata Ketua Aspeknas Kota Bogor, Felix Martha disela – sela aksi saat itu,dikutip sumber jejak digital.
Dari informasi itu tentunya kisruh dan dugaan proyek POKIR bancakan ternyata sudah ada dan ramai sejak 3 tahun lalu.
Namun seperti ,APH Di Kota Bogor dinilai tumpul dalam mengendus praktek dugaan jual beli ,setali 3 uang dalam proyek POKIR tersebut.
(Red03)



