RAGAM

Banjir Bandang Kawasan Puncak Akibat Pengusaha Masif Merusak Alam

BOGOR – Curah hujan yang tinggi pada Minggu (2/3) telah menimbulkan dampak hebat bagi warga dikawasan puncak ,kabupaten Bogor.

Selain nyawa 1 orang warga yang terbawa arus banjir ,rumah terendam juga dampak psikologis warga dan anak -anak akibat banjir tersebut tidak cukup diobati dengan bantuan makanan dan obat-obatan.

Respon ketua Presidium Bogor Selatan pada media menyayangkan lambatnya pencegahan dan upaya pemerintah dalam hal kewaspadaan pada Alif fungsi lahan puncak hingga Dogma terbentuk negatif pada publik tunggu tumbal mati baru peduli pada warga.

“Betul sudah diingatkan pihak kami Presidium masyarakat Bogor Selatan ke DPR-RI sekira 2 tahun lalu akan bahaya banjir Bandang ini.

Dan seperti inilah fakta yang ada dan harus pula terjadi jika alam murka maka tidak ada kata-kata kata kompromi lagi .

Kami 2 tahun yang lalu mendatangi gedung dewan komisi IV DPRRI senayan untuk menghentikan pembangunan maupun KSO yg dilakukan PTPN Gunung Mas juga melakukan aksi sejuta tanda tangan utk SAVE PUNCAK pada tanggal 10 agustus 2024 memprotes kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menghentikan alih Fungsi daerah resapan dikawasan puncak karena membahayakan rumah pemukimam warga.

saya bilang banjir bandang tinggal nunggu waktu,jika hutan dibabat kebun teh di gunduli tapi semua tidak mau dengar akibat nya sekarang terjadi puncak banjir bandang.

Ada korban nyawa dan kerusakan pada warga dipuncak bary heboh dan menjadi perhatian ,seolah menunggu tumbal dahulu saja baru bertindak ” tegas Muhsin,Siap pada media.

Sementara itu Bupati Bogor sejak dikonfirmasi media dan hingga berita dimuat tidak memberikan statemen apapun terkait konfirmasi wartawan.

( Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *