JUSTICIA

Dikonfirmasi Soal Dua Calon Sekda Berfoto Syur di THM Thailand, Walikota Terpilih Bungkam ?

BOGOR – Bagai gendang terus bertabuh.

Kala diketahui jejak digital soal adanya 2 calon sekda yang direkomendasi PJ Walikota Bogor pernah terlibat dalam track record sisi moralitas pada kasus foto syur di THM Thailand makin menyuat kepermukaan.

Benarkah track record moralitas atau karakter moral pejabat ASN di Kota Bogor tidak dianggap perlu ,atau memang PJ Walikota Bogor ini tidak mengetahuinya.

Tim media telah memberikan konfirmasi pada Walikota Bogor terpilih ,DEDIE RACHIM dan diapun memilih bungkam tidak memberikan jawaban dan penjelasan pada media.

” Ya inilah fungsi kami selaku sosial kontrol dalam pembangunan dan pemerintahan.

Jika ASN yang menempati jabatan Sekda saja itu tidak memiliki catatan kepribadian yang baik ,apa itu akhlak atau moralitas .

Apakah itu tidak gawat ,dan menjadi contoh bagi ribuan ASN yang ada di Kota Bogor ” tegas Bung Geno Benghol ,Ketua Divisi Rekrutmen & Massa Forum Taruna ( Tameng Rakyat Untuk Nusantara),Kamis (19/12).

Dijelaskan dia,ini jika dibiarkan dan malah dibiasakan di Kota Bogor bisa menjadi awal dari jentik virus yang akan menyebar.

” Ibarat virus aktif jika jabatan sekda yang vital dan strategis diisi oleh pimpinan yang tidak memiliki track record baik dalam kepribadian dan moralitas bagaimana akan menjadi contoh dan suri teladan bagi ASN yang lainnya.

Ada pepatah guru kencing berdiri ,murid kencing berlari” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun tim investigasi bahwa saat kejadian tahun 2015 lalu ,dan massa karyawan berhasil melengserkan Dirut Perumda Tirta Pakuan atas sejumlah temuan diperusahan itu juga kasus sensasional soal Foto mantan Dirut Perumda beserta dua pejabat dinas yakni H dan B.

Dimana mantan walikota Bogor saat itupun memberikan respon atas tindakan yang dilalukan dua ASN tersebut dengan SP 1.

Dikutip dari jejak digital situs nasional.com ( J.com) Mantan Walikota Bogor Bima Arya memberi catatan dan teguran keras.

Bahkan ada kejanggalan atas alokasi anggaran akomodasi para pejabat itu.

” Jelas ada dan tercantum hanya nama H sebagai Plt Ketua Badan Pengawas PDAM, Untung Kurniadi sebagai Dirut PDAM dan Umar Toha sebagai Staf Ahli PDAM.

Di sana mereka menghabiskan biaya Rp105.966.436.

Tidak hanya itu, dalam anggaran yang dikeluarkan PDAM Tirta Pakuan ketiga pejabat tersebut juga difasilitasi menginap di hotel Pattaya A One The Royal Cruise. Namun ada yang janggal.

Di mana berdasarkan invoice bernomor BGHI15000300 ketiga pejabat tersebut menyewa 10 kamar selama tiga hari dua malam dengan harga Rp1.647.000 per kamar.

Ternyata, meskipun dalam catatan pejabat yang melakukan kunjungan kerja hanya tiga orang pejabat PDAM Tirta Pakuan. Namun, ada delapan orang yang berangkat ke Thailand dengan menggunakan jasa keberangkatan Anta Express Tour And Service bernomor invoice BGTI15005158, dengan biaya keberangkatan yang digunakan sebesar Rp 6.415.000/orang.

Lantas siapa lima orang lain lagi?.

Ternyata lima orang itu adalah pejabat setingkat eselon II dan III Pemkot Bogor.

Di mana disitu tercantum nama, Kepala Wasbangkim, Boris Darurasman, SH, MH, DMR, HBM, dan YA.

Selain itu, terselip juga nama satu anggota DPRD Kota Bogor berinisial HC yang juga menggunakan jasa perjalanan Nata Tours dengan nomor invoice BTJ-TK21.059403″ papar Bung Geno Benghol pada media.

(Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *