RAGAM

Gerakan Tagar #Indonesia Menyala Diretas Dari Bogor Untuk Indonesia

BOGOR – Menyikapi suhu dan mulai panasnya gerakan mahasiswa turun kejalan mengkritisi kebijakan pemerintah dengan tagar # Indonesia gelap.

Pendapat antitese atas tagar itupun datang dari Kota tua Bogor yakni tagar # Indonesia Menyala .

Pada media mantan aktifis arus bawah dan gerakan bawah tanah komponen 97/ 98 inipun menyatakan sikap # Indonesia Menyala .

” Kita tentu menangkap gejala dan diagnosa aliran aksi ini tidak murni .

Walau benar untuk cita-cita nasional kemajuan diindonesia perlu gerakan massa tapi tentu itupun harus dengan perhitungan matang tidak mengorbankan masa depan anak bangsa .

Pengalaman akan pait jurang masa lalu gerakan mahasiswa tahun 97/98 perlu juga menjadi bingkai dan cermin kondisi saat ini.

Bahwa dalam setiap apapun aksi melibatkan ratusan dan jutaan massa akan dihadapkan pada sebuah resiko besar yang perlu dikaji secara komprehensif setiap menit dan detik pada segala kemungkinan pada kondisi negara dan nasional bangsa kita .

Ada sebuah tangga licin dan juga jurang dalam mengganga didepan para mahasiswa itu,dan amat menyeramkan sebab politik itu bagaikan ular berkepala dua bahkan bisa tiga dan empat perlu diketahui para mahasiswa .

Jangan mau ditungangi aliran atau muatan pesanan apapun dan jangan mau dikorbankan demi pencapaian kepentingan golongan atau kelompok tertentu ” tegas dia.

Menurut mantan aktifis kampus itu bahwa sinyal merah aksi Turja ( turun jalan ) atau demostrasi kali ini sudah masuk pada frase politicall will yang perlu kajian dan analisa mendalam tidak murni gerakan kaum intelektual kampus .

” Masa depanmu itu ibarat mutiara bagi negara ini.

Ingat orangtua dan saudara kita .

Bahwa gerakan ini perlu kembali pada pakem trilogi perguruan tinggi .

Itulah filosofi yang sejati dari kaum intelektual yakni pengabdian akan Ilmu dan amal atau manfaat bagi masyarakat luas dan negara .

Jika benar tujuannya murni maka ingatlah akan dasar perjuangan inti gerakan mahasiswa itu .

Tetap pada sisi akademis ,murni dan intelektual tidak harus ada korban dan mengorbankan nyawa bahwa itupun akan amat mahal jika dibenturkan pada alasan demi bangsa dan negara.

Mari kita kembali pada rel akademis bahwa perubahan itupun harus dijalankan dengan sistem dan organisasi linear bukan totalitas dan spontanitas saja.

Sebab jika kondisi keos tentu akan lebih fatal akan bahaya subversif asing atas keamanan dan ketertiban umum ” ujar bung Gustapol Maher,Rabu (13/2) dikawasan Batu Tulis Kota Bogor .

( Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *