Ditanya Kasus Penggerebekan LPG Subsidi, Kapolsek Cileungsi Diduga Malah “Lecehkan” Wartawan

BOGOR – Terkait adanya dugaan penggerebekan tempat penyimpanan Ratusan Tabung Gas bahan bakar ilegal LPG 3Kg di kampung Cibereum Desa Cileungsi Kidul kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Diamankan oleh Polsek Cileungsi, lalu di bawa ke Mako Polres Bogor Polda Jabar, Sejumlah wartawan mencoba meminta klarifikasi kepada Kapolsek Cilengsi, Kompol Edison. Namun, bukannya memberikan keterangan, Kapolsek Cilengsi justru mengeluarkan pernyataan yang dinilai melecehkan profesi wartawan.

Kejadian tersebut terjadi saat sejumlah wartawan mendatangi Kapolsek Cileungsi untuk meminta konfirmasi terkait puluhan Tabung Gas LPG 3 Kg Subsidi yang diamankan pihak kepolisian. Namun, Kapolsek Cilengsi justru merespons dengan nada tinggi.
“Kamu ini wartawan dari mana? Sudah berapa lama jadi wartawan?” ujar Kapolsek Cilengsi, Kompol Edison dengan nada ketus kepada salah satu wartawan yang hadir, Senin (10/2/2025).
Menanggapi hal tersebut, salah satu wartawan dari Media Infonews86, Athan, menyayangkan sikap Kapolsek yang dinilai tidak menghargai tugas jurnalistik.
“Seharusnya pihak kepolisian bisa bersinergi dengan wartawan, bukan malah mengeluarkan pernyataan yang terkesan melecehkan dan tidak profesional,” tegas Athan.
Menurutnya, wartawan memiliki hak untuk bertanya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Kami hanya menjalankan tugas sebagai sosial kontrol dan berhak untuk mendapatkan informasi yang berimbang. Kalau memang tidak mau memberikan keterangan, cukup sampaikan dengan baik, bukan malah merendahkan profesi kami,” tambahnya.
Athan juga berharap Kapolres Bogor segera mengevaluasi perilaku Kapolsek Cilengsi agar lebih terbuka terhadap media dan menjunjung tinggi prinsip Presisi dalam bertugas.
“Kami berharap ada teguran dari Kapolres agar kejadian serupa tidak terulang. Polisi dan wartawan harus bisa bekerja sama demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. ( Agung Dwi S)



