Cegah Dampak Kabut Asap, Disdikbud Balangan Berlakukan PJJ

BALANGAN – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti wilayah Kabupaten Balangan mulai berdampak serius pada sektor pendidikan. Menyikapi fenomena kabut asap yang kian pekat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat akhirnya mengambil langkah pencegahan.
Aktivitas belajar mengajar tatap muka di sekolah terpaksa dialihkan sementara waktu menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR). Kebijakan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin dan Selasa, 12-13 Oktober 2026.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Disdikbud Balangan, Rafiul Amal, menjelaskan bahwa pemberlakuan PJJ ini menyasar seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah naungan dinasnya.
“Kebijakan belajar dari rumah ini berlaku menyeluruh. Mulai dari satuan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” ungkap Rafiul Amal, Senin (12/10/2026).
Ia membeberkan, pelaksanaan pembelajaran dari rumah tersebut secara resmi telah tertuang dalam Surat Edaran Kepala Disdikbud Balangan Nomor 420/2795/Disdikbud-BLG/2026. Keputusan ini menurutnya merupakan bentuk upaya konkret pemerintah daerah dalam memprioritaskan kesehatan masyarakat sekolah.
“Kita tidak ingin mengambil risiko terkait keselamatan dan kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang terpapar kabut asap akibat karhutla. Namun di sisi lain, keberlangsungan proses pendidikan tetap harus berjalan dan tidak boleh diabaikan,” terangnya.
Meski dialihkan ke rumah, Disdikbud Balangan memastikan pengawasan proses belajar mengajar tetap dilakukan. Mereka telah menyusun mekanisme pelaporan khusus untuk memantau aktivitas KBM secara daring tersebut.
“Setiap sekolah wajib menyampaikan laporan pelaksanaan pembelajaran kepada dinas melalui bidang pembinaan masing-masing. Pelaporannya dilakukan via tautan yang sudah kami sediakan di https://bit.ly/Laporan-PJJ-Karhutla. Ini adalah bagian dari pemantauan agar kegiatan pendidikan tetap terarah,” urainya.
Disdikbud Balangan berharap peran aktif dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat. “Kami mengimbau kepada tenaga pendidik maupun para orang tua untuk bersama-sama menjaga kesehatan anak, serta memastikan mereka menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi saat ini, utamanya dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan,” pungkas Rafiul.
Instruksi Disdikbud tersebut langsung direspons cepat oleh pihak sekolah. Salah satunya terlihat di SDN Piyait, Kecamatan Awayan. Plt Kepala Sekolah SDN Piyait, Asparin, mengatakan bahwa para siswanya kini mengikuti pembelajaran daring dengan materi dan tugas yang disiapkan khusus oleh masing-masing wali kelas.
“Setiap wali kelas membuat metode pembelajaran jarak jauh (PJJ), kemudian tugas diberikan kepada siswa untuk dikerjakan selama masa belajar dari rumah,” ujar Asparin.
Asparin membeberkan, untuk memastikan siswa benar-benar belajar pihaknya mewajibkan pengiriman hasil pekerjaan langsung kepada wali kelas masing-masing.
“Selain menyetorkan tugas, siswa juga mengirimkan video pendek saat mereka mengerjakan tugas tersebut. Dengan metode begitu, guru dapat memantau langsung kegiatan belajar siswa dari rumah,” tambahnya. (AKHMAD SIDIK)



