JUSTICIA

Ceceran Tanah Sebabkan Jalan Licin di Marbu ll dan Sako

Banyuasin-Aktivitas truk pengangkut tanah disoroti pengguna jalan raya lintas timur di dusun marbu ll dan sako. Pasalnya aktivitas kendaraan ini menyebabkan jalan menjadi becek dan licin.

Jalan raya lintas timur di kilometer 24, di dusun marbu ll, desa tanjung marbu, kecamatan rambutan kabupaten banyuasin, sangat berbahaya dilalui karena banyak ceceran tanah di sepanjang ruas jalan di desa itu. Saat hujan kemarin ceceran tanah itu berubah menjadi lumpur yang sangat licin. Pengendara motor kerap hilang kendali jika tidak hati-hati.

Bahkan seorang pengendara motor dari arah Palembang menuju Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tergelincir di jalan raya lintas timur kilometer 24 dusun marbu ll. Meski tak menimbulkan kecelakaan parah namun hal ini menuai sorotan dari para pengendara motor lainnya. Para pengendara motor berharap agar instansi terkait dan pemerintah desa setempat serta penegak hukum segera menertibkan aktivitas penambangan tanah urug di kawasan tersebut.

“Minimal dibersihkan tumpahan tanahnya. Kalau melewati jalan raya lintas timur ini, tutuplah bak muatan biar tidak ada tanah yang berceceran di ruas jalan,” kata Dodi, warga Sp Padang OKI, Jumat (29/7).

Pantauan di lapangan, aktivitas truk pengangkut tanah cukup padat di jalan raya lintas timur di desa tanjung marbu dan desa sako. Pengendara sebenarnya sudah berulang kali komplain namun belum ada tindakan yang berarti dari pihak terkait.

Jalan raya lintas timur di wilayah Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI juga demikian. Ceceran tanah di Dusun Jerambah Itam Desa Talang Cempedak sangat menganggu kenyamanan pengendara motor. Saat musim hujan menjadi licin dan berlumpur. Saat musim panas berubah jadi debu.

Salah seorang sopir truk pengangkut tanah di jalan raya lintas timur menuturkan, aktivitas kendaraan pengangkutan tanah akan terus berlanjut dalam jangka waktu lama ke depannya. Itu karena BPD dan Pemerintah Desa setempat secara diam-diam telah memberikan izin kepada para penambang.

“Kalau semua aktivitas tambang di desa ini dihentikan, pasti, aparat, BPD, kepala desa, dan oknum preman, akan kehilangan uang jatah bulanan. Kami hanya pekerja yang digaji per trip,” ujarnya pria tak mau disebutkan namanya itu.

ADENI ANDRIADI

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *