RAGAM

Banjir Lumpuhkan Akses Warga Klapanunggal – Cikahuripan, Pemkab Bogor Diminta Segera Bertindak

BOGOR – Banjir kembali melumpuhkan akses jalan utama di perbatasan Desa Klapanunggal dan Desa Cikahuripan, tepatnya di Jembatan Kali Cibarengkok, Minggu (7/7). Air meluap hingga setinggi lutut orang dewasa, mengakibatkan kendaraan roda dua tidak bisa melintas dan banyak sepeda motor mogok di tengah jalan.

Dari pantauan langsung Jurnalis Media Tipikor Investigasi di lokasi, Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang Saripudin, yang akrab disapa Gonon, turut meninjau lokasi banjir bersama Khamtibmas Klapanunggal, Amir. Mereka menyaksikan secara langsung bagaimana warga nekat menerobos genangan air, meski berisiko tinggi.

“Jelas ini sangat membahayakan. Sudah banyak motor mogok, bahkan nyaris terbawa arus air. Genangan sudah setengah tinggi kendaraan,” ujar Kades Gonon dengan nada prihatin.

Ia menegaskan bahwa normalisasi Kali Cibarengkok sudah menjadi kebutuhan mendesak. Penumpukan sampah, lumpur, dan rusaknya saluran irigasi disebut sebagai penyebab utama banjir berulang di titik tersebut. Ironisnya, meski jalan dan jembatan berada dalam kewenangan Kabupaten Bogor, hingga kini belum ada tindakan konkret dari pemerintah daerah.

“Kami sudah berkali-kali mengajukan proposal atau permintaan perbaikan ke Pemkab Bogor, khususnya ke Dinas PUPR. Sudah berkali-kali, Tapi sampai hari ini, tak ada respon. Sementara warga terus jadi korban setiap hujan turun,” tegas Gonon.

Khamtibmas Klapanunggal, Amir, selaku aparat pengamanan wilayah, turut mengimbau agar pengendara sepeda motor tidak nekat menerobos banjir dan disarankan menggunakan jalur alternatif, seperti Perumahan Grand dan jalur desa lainnya yang lebih aman.

“Jangan ambil risiko. Genangan makin tinggi dan arus cukup deras. Kami minta warga utamakan keselamatan,” ujar Amir.

Warga klapanunggal yang sudah bertahun-tahun tinggal di sekitar lokasi banjir mengaku jengkel dan muak karena setiap hujan deras datang, bencana serupa terus terulang. Tidak ada drainase yang memadai, dan tumpukan sampah di aliran Kali Cibarengkok hanya dibiarkan.

“Ini bukan banjir pertama, tapi sudah kesekian kali. Kalau terus dibiarkan, bisa makan korban jiwa,” ungkap Arda (47), warga RT 03 RW 05 yang setiap hari melewati jembatan tersebut.

Permintaan mendesak pun dilayangkan warga klapanunggal kepada Bupati Bogor, agar segera menginstruksikan UPT Pengairan dan Dinas PUPR Kabupaten Bogor untuk turun tangan.

“Jangan tunggu viral dulu baru bertindak! Warga udah muak dijadikan korban hujan tiap musim,” ujar tokoh masyarakat setempat.

Jembatan Kali Cibarengkok bukan sekadar jalur penghubung antar desa, namun juga menjadi akses vital warga untuk berangkat kerja, sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian dan industri. Dengan terus terendamnya jalan ini, aktivitas masyarakat terhambat parah dan roda perekonomian terancam lumpuh.

Kondisi semakin mengkhawatirkan karena kendaraan berat seperti truk dan mobil besar pun kesulitan melintasi jembatan yang semakin tergerus struktur fisiknya oleh arus air dan lumpur.

Masyarakat, perangkat desa, dan tokoh lingkungan mendesak ke Bupati Bogor Rudy Susmanto:

  1. Segera dilakukan normalisasi Kali Cibarengkok dengan pengangkatan lumpur dan pembersihan sampah.
  2. Perbaikan total Jembatan Cibarengkok, termasuk peninggian badan jalan dan perbaikan saluran air.
  3. Pembangunan sistem drainase yang layak di sekitar area jembatan.
  4. Pemasangan rambu peringatan dan penutupan akses saat banjir demi keselamatan pengguna jalan.

“Sudah cukup kami menunggu. Jika Bupati Bogor Rudy Susmanto tidak segera bertindak, kami siap menggelar aksi warga agar suara kami didengar,” pungkas Kadus Dusun 3, Pendi.

Jembatan Kali Cibarengkok kini menjadi simbol lemahnya respons Pemkab Bogor terhadap bencana rutin yang seharusnya bisa dicegah. Jika tidak ada penanganan cepat dan serius, warga Klapanunggal dan sekitarnya terancam terus menjadi korban banjir – bukan karena alam, tapi karena kelalaian pemerintah.(Agung DS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *