JUSTICIA

Bangunan Kelas SMKN 1 Gunung Putri Ambruk, 20 Siswa Luka-Luka

BOGOR – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Senin (3/11/2025), menyebabkan bangunan kelas di SMKN 1 Gunung Putri ambruk.

Peristiwa ini sontak menggemparkan warga dan dunia pendidikan setempat, mengingat kejadian terjadi saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.

Bangunan yang roboh diketahui merupakan ruang kelas lama, yang kondisinya sudah mulai rapuh. Dinding dan atap runtuh seketika, menimpa sejumlah siswa yang tengah berada di dalam ruangan.

Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa petugas gabungan dari kecamatan, TNI, Polri, BPBD, dan tenaga medis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

“Betul, bangunan kelas lama yang roboh. Untuk korban sedang diidentifikasi, namun seluruhnya sudah dibawa ke rumah sakit dan puskesmas,”
ujar Kurnia Indra saat dikonfirmasi awak media, Senin sore.

Pihaknya juga memastikan bahwa area sekolah saat ini telah diamankan untuk menghindari adanya reruntuhan susulan yang bisa membahayakan siswa maupun tenaga pendidik lainnya.

Sementara itu, Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby Kartika Putra menyampaikan bahwa dalam kejadian tersebut tidak ada korban meninggal dunia. Namun, sekitar 20 orang siswa dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

“Korban meninggal dunia nihil, sementara korban luka sekitar 20 orang masih didata,”
tegas Kompol Aulia.

Sebagian besar korban telah dibawa ke RS Kenari Graha Medika dan Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Polisi bersama aparat pemerintah dan pihak sekolah kini tengah melakukan penyelidikan awal terkait penyebab runtuhnya bangunan tersebut.

Salah satu orang tua siswa, Gunawan, tak kuasa menahan haru saat mengetahui anaknya menjadi salah satu korban luka akibat peristiwa tragis tersebut.

“Anak saya sekarang sedang dirawat di RS Kenari Graha Medika,”
ujarnya singkat dengan suara bergetar.

Beberapa orang tua lainnya tampak memadati halaman rumah sakit, menunggu kabar anak-anak mereka yang masih menjalani perawatan.

Hingga berita ini diterbitkan, petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan pemerintah kecamatan masih berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi puing bangunan dan memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di dalam reruntuhan.

Area sekolah untuk sementara ditutup dari aktivitas belajar mengajar, sambil menunggu hasil pemeriksaan struktur bangunan oleh tim teknis dari dinas terkait.

Pihak SMKN 1 Gunung Putri belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi bangunan maupun tindak lanjut proses pembelajaran pascakejadian.
Namun, sumber internal menyebutkan bahwa sebagian ruang kelas lain juga mengalami keretakan ringan akibat dampak dari insiden tersebut.

Tragedi ambruknya ruang kelas SMKN 1 Gunung Putri menjadi pengingat akan pentingnya perawatan berkala terhadap fasilitas pendidikan, khususnya gedung-gedung lama yang masih digunakan untuk kegiatan belajar.

Warga berharap pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi sekolah-sekolah di wilayah Gunung Putri agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Tapi ini peringatan keras agar keselamatan anak-anak di sekolah lebih diperhatikan,” ujar salah satu warga setempat dengan nada prihatin.(Agung DS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *