PENDIDIKAN

Anggota DPRD Balangan Dimas Febriandie Apresiasi Peran Guru

BALANGAN – Di antara banyak profesi yang lahir untuk melayani bangsa, guru selalu menempati tempat paling istimewa. Tidak berseragam layaknya aparat, tidak pula membawa senjata, namun dari tangan mereka lahir generasi yang kelak membangun negeri. Peringatan Hari Ulang Tahun PGRI ke-80, Kamis (4/12/2025), menjadi momen refleksi besar atas pengabdian para pendidik, termasuk di Kabupaten Balangan.

Suasana haru dan apresiasi terasa begitu kuat ketika Anggota DPRD Balangan, Dimas Febriandie, menyampaikan penghormatan khusus bagi para guru. Dimas tak ragu menyebut mereka sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, sosok yang bekerja dengan kesabaran, kesungguhan, dan kasih yang tak pernah meminta imbalan.

“Saya mengucapkan selamat HUT PGRI ke-80 kepada semua pahlawan tanpa jasa. Terima kasih atas dedikasi, kesabaran, dan ketulusan dalam mendidik generasi bangsa,” ucap Dimas dengan penuh hormat.

Bagi Dimas, mengapresiasi guru bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga melalui dukungan nyata. Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru adalah pekerjaan kolektif yang harus dibagi antara pemerintah dan masyarakat. Guru yang sejahtera, katanya, adalah pondasi dari pendidikan yang lebih maju.

Tak hanya memberi ucapan, ia juga menitipkan pesan—pesan yang ditujukan kepada seluruh pendidik di Indonesia, terutama di Balangan. Pesan untuk tidak pernah lelah mendidik, tidak menurunkan semangat di tengah tantangan zaman.

“Mari kita jalankan tugas kita dengan rasa tanggung jawab yang tinggi, demi masa depan anak-anak bangsa,” tuturnya.

Pada penutupnya, Dimas kembali mengingatkan masyarakat tentang satu hal penting: menghormati guru. Karena tanpa mereka, pintu pengetahuan mungkin tak pernah terbuka bagi siapa pun.

“Mari kita hormati dan hargai jasa mereka. Tanpa guru, kita tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini,” ujarnya.

HUT PGRI ke-80 ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi pengingat bahwa di setiap keberhasilan seseorang, ada peran guru yang mungkin tidak terlihat—namun terasa sepanjang hidup. (AKHMAD SIDIK)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *