RAGAM

Anggaran Rp205 Juta Bangun TPT di Bojongnangka

Kades H. Amir Arsyad Tekankan Kualitas dan Keselamatan Warga

BOGOR – Ancaman erosi dan pergeseran tanah saat curah hujan tinggi menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Demi memperkuat kondisi lingkungan dan menjaga keamanan permukiman warga, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah RW 016 direalisasikan melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu) Akselerasi Kabupaten Bogor.

Pembangunan infrastruktur tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp205 juta, bersumber dari Bantuan Keuangan Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2025, yang direalisasikan pada 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Bojongnangka dengan volume 400 meter x 1 meter x 0,20 meter dan waktu pengerjaan selama 30 hari.

Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik. Di balik berdirinya tembok penahan tanah, terdapat kepentingan masyarakat yang harus dilindungi, mulai dari potensi pergeseran tanah, ancaman erosi, hingga kelancaran aliran air menuju sungai ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Curah hujan yang tinggi dapat meningkatkan risiko erosi, mengikis tanah, serta memperburuk kondisi lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Karena itu, pembangunan TPT di RW 016 diharapkan menjadi salah satu langkah pencegahan untuk menjaga kestabilan tanah dan mendukung kelancaran aliran air.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan pergeseran tanah, infrastruktur semacam ini memiliki arti penting. Kerusakan tanah dan terganggunya aliran air bukan hanya berpotensi menghambat aktivitas warga, tetapi juga dapat memicu persoalan lingkungan yang lebih luas.

Pemerintah Desa Bojongnangka berupaya menjawab kebutuhan tersebut melalui pembangunan yang diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dasar dan meningkatkan keamanan lingkungan permukiman.

Namun, manfaat pembangunan tidak cukup hanya diukur dari panjang tembok yang berhasil dibangun. Kualitas material, kesesuaian spesifikasi teknis, ketepatan pelaksanaan pekerjaan, serta daya tahan konstruksi juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Kepala Desa Bojongnangka, H. Amir Arsyad, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta Pemerintah Kabupaten Bogor atas dukungan bantuan keuangan untuk pembangunan infrastruktur desa.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah desa untuk merealisasikan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya dalam penanganan kondisi tanah dan pengelolaan aliran air di wilayah RW 016.

Ia menegaskan bahwa pembangunan TPT tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertata, dan mampu menghadapi tantangan kondisi cuaca.

“Kami berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam menjaga kondisi lingkungan dan infrastruktur di wilayah RW 016. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta merawat hasil pembangunan yang sudah direalisasikan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan. Sebab, infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah pada hakikatnya merupakan fasilitas publik yang manfaatnya harus kembali kepada masyarakat.

Di balik harapan terhadap manfaat pembangunan, aspek kualitas tetap menjadi perhatian utama. Setiap rupiah anggaran bantuan keuangan yang digunakan untuk membangun infrastruktur desa harus dipertanggungjawabkan melalui pekerjaan yang sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

Kepala Desa Bojongnangka, H. Amir Arsyad, menegaskan bahwa pemerintah desa bersama TPK akan terus berupaya mengawal pelaksanaan pembangunan agar berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat maksimal bagi warga.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan bahan baku yang sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Penegasan tersebut menjadi penting mengingat TPT memiliki fungsi teknis untuk membantu menahan tanah dan mengendalikan risiko erosi. Konstruksi yang tidak sesuai spesifikasi berpotensi mengurangi daya tahan bangunan, terlebih ketika harus menghadapi tekanan tanah dan aliran air saat hujan deras.

Karena itu, pengawasan terhadap mutu material, dimensi bangunan, metode pelaksanaan, serta hasil akhir pekerjaan perlu menjadi perhatian bersama.

Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat pembangunan.

Dalam konteks ini, pelaksanaan pekerjaan oleh TPK harus berjalan seiring dengan pengawasan pemerintah desa serta partisipasi masyarakat. Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara hasil pekerjaan dan spesifikasi yang ditetapkan, evaluasi dan perbaikan perlu dilakukan sesuai ketentuan.

Realisasi pembangunan TPT di RW 016 diharapkan dapat memperkuat infrastruktur dasar Desa Bojongnangka sekaligus mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih aman.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui program Bankeu Akselerasi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang menjangkau kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Meski demikian, keberhasilan sebuah proyek tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran atau selesainya pekerjaan dalam waktu yang ditetapkan. Ketahanan konstruksi, manfaat yang dirasakan warga, dan keterbukaan pertanggungjawaban anggaran merupakan bagian penting dari ukuran keberhasilan pembangunan.

Pemerintah Desa Bojongnangka diharapkan terus menjaga komitmen tersebut agar pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Pada akhirnya, TPT senilai Rp205 juta ini bukan hanya susunan beton dan material konstruksi. Lebih dari itu, pembangunan tersebut membawa harapan warga agar lingkungan mereka lebih terlindungi, aliran air tetap terkendali, dan risiko kerusakan akibat hujan deras dapat diminimalkan.

Sebab, setiap anggaran pembangunan yang bersumber dari uang publik harus berujung pada manfaat nyata, kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan, dan kepercayaan masyarakat yang tetap terjaga.(AG)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *