RAGAM

Kali Cikarang Menghitam! Dugaan Pembuangan Limbah Aspal Gegerkan Warga Desa Lulut

BOGOR — Warga Desa Lulut RW 04, Kecamatan Klapanunggal, dibuat geger setelah menemukan aliran Kali Cikarang berubah menjadi hitam pekat, diduga akibat pembuangan limbah endapan aspal dari area Pabrik AMP PT HOKI.
Kejadian yang berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, itu sontak memicu kekhawatiran warga karena perubahan warna air terjadi tiba-tiba dan sangat mencolok.

Informasi awal datang dari seorang warga yang hendak mandi di kali. Saat mendekati aliran air, ia terkejut melihat warna sungai berubah dramatis. Warga tersebut kemudian merekam kejadian itu dalam sebuah video, yang kini telah beredar luas di media sosial dan grup pesan warga.

“Tadi pas mau mandi, airnya sudah hitam begini. Bau juga. Makanya langsung saya videokan,” ujar warga tersebut, yang memilih tidak menyebutkan namanya demi keamanan.

Video tersebut menunjukkan jelas permukaan air yang penuh endapan hitam menyerupai limbah aspal yang mengendap di pinggiran kali. Kondisinya mengundang tanya besar mengenai dugaan pencemaran lingkungan yang berasal dari aktivitas industri setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, baik manajemen PT HOKI, Pemerintah Desa Lulut, maupun pihak Kecamatan Klapanunggal belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pembuangan limbah aspal tersebut.
Warga berharap pihak terkait segera muncul untuk memberikan penjelasan atas kondisi kali yang berubah secara drastis ini.

Warga masyarakat, melalui beberapa tokoh lingkungan, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Pencemaran kali bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan warga yang masih mengandalkan air kali untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari.

“Ini sudah meresahkan. Kalau itu benar limbah aspal, dampaknya sangat berbahaya. DLH harus turun dan mengambil tindakan tegas,” ujar salah satu warga setempat.

Kali Cikarang selama ini menjadi salah satu aliran air yang dekat dengan pemukiman. Perubahan warna drastis menjadi hitam pekat membuat warga cemas akan efek lanjutan seperti matinya ekosistem air, pencemaran tanah, hingga ancaman penyakit kulit.

Suasana di lokasi hingga kini masih ramai oleh warga yang penasaran dan khawatir. Banyak yang berharap kejadian ini tidak dianggap sepele dan segera mendapatkan penanganan yang serius.

Kasus dugaan pembuangan limbah aspal ini masih menyisakan banyak pertanyaan tanpa jawaban.
Warga Desa Lulut hanya ingin satu hal: lingkungan bersih dan aman tanpa ancaman limbah berbahaya.

Pemerintah dan pihak pabrik kini ditunggu untuk bertanggung jawab, memberikan klarifikasi, dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.(Red.02)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *