JUSTICIA

Dimana Ada Tambang, di Situ Ada Penderitaan Warga, Ada Kerusakan Jalan dan Lingkungan

BANYUASIN-Dari Desa Sako hingga ke Desa Tanjung Marbu, ada banyak jejak bisnis haram merusak lingkungan di wilayah Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel).

“Di mana ada tambang, di situ ada penderitaan warga. Di mana ada tambang, tidak akan bisa berdampingan,” kata Koordinator Gerakkan Barisan Komitmen Konstitusi Sriwijaya Sumatera Selatan (Sumsel), Nababan, Jumat 24 Juni 2022 malam.

Nababan mengatakan, lingkungan “dirusak” dan masyarakat “dibungkam” paksa demi terlaksananya kegiatan haram dan menjadi sumber cuan bagi sekelompok oknum pengusaha abal-abal itu.

“Sepanjang 15 tahun terakhir, Gerakkan Barisan Komitmen Konstitusi Sriwijaya mencatat terjadi kerusakan lingkungan di beberapa RT di Dusun Marbu ll Desa Tanjung Marbu Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin.

Namun, belakangan diketahui bahwa sejumlah oknum anggota BPD dan oknum pemerintah desa “kala itu” ditengarai banyak terlibat dalam kegiatan bisnis haram tersebut.

Dalam liputan investigasi media ini dilapangan mengungkap nelangsa warga sekitar tambang galian yang mengaku haknya “direnggut” paksa karena merasakan dampak dari kerusakan lingkungan yang telah terjadi.

Wajah Iya, 41 tahun, salah satu buruh harian lepas di Dusun Marbu ll, Desa Tanjung Marbu, Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, terlihat tak bersemangat menyaksikan hancurnya jalan di depan rumahnya akibat dilalui puluhan kendaraan truk pengangkut tanah. Warga setempat menyebut dusun marbu ll (Itu) adalah kaplingan.

“Kalau pergi ke kebun, dulu tidak sampai lima menit sudah sampai. Sekarang bisa sampai 15 menit lebih, kebun karet sudah banyak yang hilang karena dirubah menjadi galian tambang,” kata dia.

Berdasarkan data yang diperoleh Gerakkan Barisan Komitmen Konstitusi Sriwijaya Sumatera Selatan, puluhan kendaraan dum truk berukuran sedang itu beroperasi sejak 2008 lalu dan mampu membawa ribuan kubik tanah merah timbunan dalam satu hari.

Iya bersama warga lainnya mengaku tak bersemangat pergi ke kebun karena kondisi jalan yang hancur di daerah kaplingan itu.

ADENI ANDRIADI

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *