RAGAM

Seribu Pohon Ditanam di Hutan Kota Klapanunggal, Ikhtiar Menjaga Alam untuk Anak Cucu

BOGOR — Tanah yang selama ini terbuka mulai ditumbuhi harapan. Sebanyak 1.000 pohon ditanam di lahan Pemerintah Daerah (Pemda) seluas 1 hektare yang diperuntukkan sebagai hutan kota di Kampung Cibugis, RT 001/RW 005, Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026).

Gerakan tersebut mengusung tema “Melalui Gerakan Sedekah Seribu Pohon untuk Anak Cucu”. Kegiatan menjadi bagian dari upaya mempercepat penanaman dan pengembangan hutan kota di wilayah Kecamatan Klapanunggal.

Program penanaman hutan kota satu hektare sendiri sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor. Sebelumnya, Pemkab Bogor menetapkan program percepatan penanaman pohon satu hektare hutan kota di setiap kecamatan melalui Instruksi Bupati Nomor 100.4.4.2/910-DLH. Hingga April 2026, Pemkab Bogor melaporkan 156,44 hektare hutan kota telah direalisasikan dengan 45.152 pohon tertanam.

Kegiatan di Cibugis tersebut dihadiri unsur TNI dari Korem 062/Suryakancana Bogor yang diwakili Kodim 0621/Kabupaten Bogor melalui Kapten Inf Enjang selaku Pasi Ter. Turut hadir Danramil Klapanunggal Kapten Kav. La Ahmadin yang akrab disapa Rocky, bersama jajaran Babinsa.

Hadir pula Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni bersama staf, Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin atau Gonon beserta jajaran Pemerintah Desa Klapanunggal, Bhabinkhamtibmas, Danton Limas, Satpol PP Klapanunggal, UPT Pajak Jonggol, perwakilan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), serta tokoh masyarakat.

Kapten Inf Enjang Pasi Ter mengatakan, kegiatan penanaman pohon tidak semata-mata berkaitan dengan menambah jumlah tanaman. Lebih dari itu, gerakan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kelestarian hutan yang terus menghadapi tekanan.

Menurut dia, semakin berkurangnya pepohonan harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, penanaman kembali diharapkan mampu menjadi langkah nyata untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Pesan yang dibawa pun sederhana tetapi panjang maknanya: pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberikan manfaat besar bagi mereka yang menanamnya, tetapi kelak dapat menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

Hal tersebut sejalan dengan gerakan penanaman pohon yang juga terus didorong di Jawa Barat. Dinas Kehutanan Jawa Barat melalui sistem SIMANTAP menempatkan gerakan tanam dan pelihara pohon sebagai bagian dari upaya pengendalian dan rehabilitasi lahan kritis serta pemulihan daerah aliran sungai.

Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni menegaskan, akselerasi penanaman pohon seluas satu hektare tersebut memiliki manfaat ekologis yang jauh lebih besar daripada sekadar menghijaukan lahan.

Pepohonan diharapkan dapat membantu mengurangi risiko erosi, terutama ketika curah hujan tinggi. Akar pohon yang tumbuh dan berkembang dapat membantu menjaga kondisi tanah sekaligus memperkuat kawasan yang rentan terhadap kerusakan lingkungan.

“Penanaman ini untuk anak cucu kita,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Bagi Galuh, menjaga pohon berarti menjaga masa depan. Pohon yang tumbuh bukan hanya menghadirkan suasana yang lebih sejuk dan asri, tetapi juga memiliki peran dalam menyerap polutan dan mendukung kualitas udara.

Persoalan lingkungan memang tidak bisa diselesaikan hanya dengan seremoni penanaman. Tantangan sesungguhnya justru muncul setelah bibit ditanam: memastikan pohon hidup, dirawat, tumbuh besar, dan tidak kembali hilang.

Karena itu, semangat “Sedekah Seribu Pohon untuk Anak Cucu” idealnya tidak berhenti ketika kegiatan berakhir.

Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin atau Gonon bersama jajaran Pemdes turut ambil bagian dalam penanaman tersebut.

Kehadiran unsur TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, tokoh masyarakat dan berbagai unsur lainnya menunjukkan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Sebelumnya, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) juga telah menggandeng Pemerintah Kabupaten Bogor, pemerintah desa, komunitas lingkungan dan kelompok masyarakat melalui gerakan Sedekah Seribu Pohon untuk Anak Cucu (SERBU PACU). Pada Juli 2026, SBI menyerahkan secara simbolis 3.000 bibit pohon untuk ditanam di sejumlah desa dan kawasan hutan kota di Kecamatan Klapanunggal.

Dengan demikian, penanaman 1.000 pohon di Cibugis menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar penghijauan yang lebih luas.

Usai seluruh pohon ditanam di lahan seluas satu hektare, kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh unsur yang hadir.

Di balik foto tersebut, tersimpan pesan yang jauh lebih penting: **hari ini manusia menanam pohon, tetapi yang akan memetik manfaatnya bisa jadi adalah generasi yang belum lahir.

Sebab, ketika satu pohon ditebang, yang hilang bukan sekadar batang dan daun. Ada udara, kesejukan, air, tanah dan masa depan yang ikut dipertaruhkan.

Dan ketika seribu pohon ditanam, yang sedang dibangun bukan hanya hutan kota, melainkan sebuah warisan kehidupan untuk anak cucu.(AG)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *