Ketuk AMBS: Tolak Angkot Diliburkan, Ribuan Massa Bakal Aksi Ke Jalan

BOGOR – Reaksi dari elemen masyarakat puncak atas kebijakan meliburkan angkot terasa hingga mengelegar.
Dari informasi yang didapatkan media melalui Ketum AMBS ( Aliansi Masyarakat Bogor Selatan),Muhsin ,SIp agar kebijakan ini ditolak.
“Kembali ini langkah tergesa dan terburu – buru tanpa kajian sosek ( Sosial Ekonomi ,) padahal masalahnya ini besar amat sensitif dan bisa meledak menjadi kegaduhan.
Angkot diliburkan , bagaimana solusi dishub kabupaten Bogor dalam menangani para pengguna angkot yang menjadi alat transportasi masyarakat para pekerja pedagang yang harus dipikirkan karena pernah terjadi kebijakan itu dilakukan dijalur puncak hanya menyengsarakan masyarakat kecil.
Bahkan penumpukan masyarakat di Ciawi- Gadog terjadi hingga ada berjalan kaki sampe berkilo-kilo meter.
Ini harus dipikirkan karena tidak semua masyarakat punya kendaraan jadi kami masyarakat minta keadilan untuk semua kebijakan itu agar menguntungkan rakyat” ujar Muhsin,SIp.
Dilain hal Ketum AMBS geram atas kebijakan ini dan akan mengadakan aksi massa untuk menolaknya.
“Kemacetan dijalur puncak karena banyak hal kurangnya pengawasan petugas dishub dititik rawan macet ditiap persimpangan.
kedua,adanya prodak Amdal lalin yang tidak tepat diberikan contoh di Gadog Ke Simpang Pasir Muncang, Alam Sunda ada Alpa ditambah dibuka lagi warung wala laba tambah krodit.
Kami minta Kementerian Perhubungan turun tangan atas fakta yang ada dan memberikan evaluasi kinerja sebab puncak itu kawasan dengan intensitas daya dukung tinggi pada faktor daerah buffer atau penyangga ibukota Jakarta .
Fakta kami himpun yakni intensitas dan debit kendaraan atas tarikan dan bangkitan disana amat parah tiap hari.
Semakin parah kemacetan tiap hari terjadi dan itu belum bisa diambil solusi jalan keluarnya.
Seharusnya dishub mengkaji dan perlu adanya dievaluasi bukan memberhentikan angkot untuk operasional.
Jadi kepada segenap masyarakat pengguna jalan raya, tokoh masyarakat ,pemuka agama ,aktivis tokoh muda tidak setuju adanya pemberhentian angkutan sarana yg dibutuhkan masyarakat itu” tegasnya.
” Pemberhentian operasional angkot pertama dilibur lebaran kami menyediakan 10 motor bagi pejalan kaki akibat pemberhentian operasional angkot intinya kebijakan ini menindas rakyat kecil” tandasnya.
( Red03)



