Gelora Spirit Sang Bupati Rudy Susmanto Retas Revolusi Hijau di 40 Kecamatan

BOGOR – Pagi Kemarin ( Rabu ) aura ruang pendopo Soekarno -Hatta bakal menjadi saksi sejarah ide dan gagasan gerakan masyarakat dalam langkah solusi krisis suhu udara dan polutan dibeberapa kecamatan perihal penghijauan kota.
Bagai kilatan dan cahaya pertemuan Bupati dan para aktifis dan pengiat lingkungan membuat atmosfer ruang utama pendopo mematik semangat baru dan tenaga untuk peduli lingkungan dan langkah konkret penanaman pohon baik sepanjang jalur lalu lintas juga daerah yang memiliki lahan untuk ditanami pohon baik buah juga tanaman keras yang bermanfaat.
” Ya ini bisa kita klaim politik hijau atau Revolusi hijau.
Dan kami rencanakan untuk menargetkan 5000 pohon jenis buah mangga dan lengkeng.
Gerakan Revolusi Hijau ini pun kami gaungkan nantinya dengan jargon pada kaos-kaos yang akan dicetak AMBS” cetus Muhsin ketua AMBS ( Aliansi Masyarakat Bogor Selatan) dan Ketua Forum Kajian TARUNA ( Tameng Rakyat Untuk Nusantara) pada Bupati disela pertemuan kemarin,Selasa (15/7).
Sementara itu
Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama para pegiat lingkungan hidup, menggelar rapat koordinasi, membahas rencana strategis penghijauan dan penanaman pohon di kawasan perkotaan.
Rudy Susmanto mengatakan, rapat ini merupakan bagian dari upaya percepatan realisasi pembangunan hutan kota berkelanjutan dan berbasis kolaborasi lintas sektor beserta para pegiat lingkungan.
“Kita tentunya Kabupaten Bogor punya potensi besar untuk kembali menjadi kawasan hijau seperti hutan namun terkelola baik dan produktif.
Kita tidak bisa bergerak sendiri dan ini merupakan gerakan aktif semua warga masyarakat.
Kita butuh sinergi dari para pegiat lingkungan, masyarakat, dan pemerintah.
Ini bukan sekadar menanam pohon, tapi membangun masa depan gemilang kabupaten Bogor” ucapnya.
Bupati Bogor menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada keseimbangan ekologis dan keberlanjutan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
” Bayangkan jika 2 tahun kedepan jalan hijau kembali bahkan ada buah yang bisa dipetik siapa aja boleh menikmati.
Ada pohon Rambutan ya metik rambutan.
Ada Mangga bisa petik mangga.
Atau bahkan ditargetkan dalam 1 Kecamatan ada lahan 1 Hektar untuk hutan perkotaan tentu 40 Kecamatan se-kabupaten Bogor ini minimal ada 40 hektaran lahan hijau dan asri kembali” tegas Rudy pada peserta yang hadir.
( Red03)



