Wawancara Eklusif Direktur Prodak SUMMIT Air Kemasan Ternama Asal Bogor

BOGOR – Prodak air minum kemasan yang ada dan dekat dimasyarakat umum layak diketahui.
Sebab tidak semua mutu dan jaminan kualitas prodak air minum kemasan itu terjamin dan layak diminum.
Adanya fenomena menjamur merk prodak air minum kemasan dipasaran saat ini tentunya menarik disimak publik agar pula menjadi pengetahuan prodak air kemasan mana yang berkualitas.

Pada Jumat ( 23/5) media mewawancarai Direktur PT Nirwana Tirta Produsen air kemasan yang dikenal dan ternama yakni SUMMIT dan telah bergabung pada
Asosiasi Produsen Air Minum Kemasan Nasional (Asparminas).
Berikut petikan wawancaranya .
(23/5 15.11] Media:
- sejak Kapan Summit terdaftar disana ?.
- Mengenai prospek bisnis tentu harus ada peran para pengusaha untuk dapat tampil Baik secara bisnis core juga komunitas ?
Apa peran Asparminas dalam hal ini yang diharapkan ?
3.Perlukah dukungan iklim usaha juga ditunjang regulasi dan bantuan pemerintah ?

4.Adanya muncul prodak dipasaran yag tidak masuk atau bahkan tidak jelas ,perlukan dilakukan penegakan hukum oleh pemerintah baik BPOM juga instansi berwenang ?
Berikut petikan jawaban dan penjelasan Direktur PT Nirwana Tirta ,Prodak air kemasan Summit ,Aldrien Muheza.
Aldrien Muheza, Direktur prodak Summit:
- Sejak tahun 2023 terdaftar menjadi bagian dari asosiasi asparminas.
- Menaungi perusahaan air minum dalam kemasan dan bisa bertukar informasi terkait dengan bisnis air minum dalam kemasan dan perkembangan dunia usaha di bidang ini untuk masa yang akan datang.
- Tentu perlu adanya kemudahan dari sisi regulasi pemerintah untuk menunjang iklim bisnis yg positif khususnya di bidang industri air minum dalam kemasan.
- Tentu dalam hal ini peran bpom sebagai regulator, untuk turut serta dalam menindaklanjuti produk2 ilegal yang tidak memilikin izin edar untuk bisa di tindak apabila tidak sesuai dengan ketentuan.
- Ya tentu, kami yang tergabung sebagai anggota, turut berkomitmen untuk turut serta dalam hal memperkuat existenai dan jaminan mutu produk dan juga memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat dengan program-program CSR untuk kebutuhan air kedepannya.
- Ya tentu sangat berdampak dengan efisiensi kebijakan pemerintah, dan hampir semua bisnis terdampak akan hal ini tidak hanya bisnis air minum dalam kemasan.
Sementara itu sumber Sekretaris Jenderal Asparminas Nio Eko Susilo menyatakan bahwa tren penggunaan galon air minum bermerek yang bebas dari risiko kontaminasi senyawa kimia berbahaya BPA mulai muncul dipublik.
“Prediksi kami, tahun ini bakal lebih banyak lagi produsen air kemasan bermerek yang mengikuti jejak Aqua yang meninggalkan galon berbahan plastik keras polikarbonat dan beralih menggunakan galon yang lebih sehat, berkualitas dan bebas BPA,” katanya dalam keterangannya pada media.
Dia menjelaskan tren tersebut antara lain dipicu oleh perubahan preferensi konsumen yang menginginkan kemasan galon air minum yang sehat, bebas BPA dan terjamin keamanan dan mutunya.
Faktor lain, tambahnya, adalah regulasi pemerintah terkait risiko kesehatan di balik konsumsi air galon bermerek dengan kemasan dari jenis plastik keras polikarbonat.
Pada April 2024, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mewajibkan industri air kemasan menambahkan label baru pada kemasan, berupa peringatan bahaya BPA, selambat-lambatnya pada 2028.
Regulasi tersebut menyusul temuan lapangan BPOM selama dua tahun berturut-turut yang menunjukkan kontaminasi BPA pada galon bermerek di sejumlah provinsi telah melewati ambang batas bahaya.
Terkait hal itu, Eko menegaskan industri air kemasan mampu beradaptasi dengan aturan pelabelan BPA, hal itu dibuktikan dengan kemampuan market leader industri AMDK meninggalkan galon polikarbonat dan beralih ke kemasan galon galon bebas BPA dalam waktu singkat.
“Sekarang ini di hampir seluruh wilayah Jakarta, market leader telah menarik galon polikarbonat dan menggantinya dengan galon bebas BPA yang terlihat segar, lebih bening dan dijamin bebas dari risiko kontaminasi BPA,” katanya dikutip media.
( Agus Subagja )



