Usman Djabir, PKL dan Warga Griya Bukit Jaya Gotong Royong dan Swadaya Perbaiki Jalan

BOGOR — Di tengah minimnya perhatian dari pemerintah terhadap infrastruktur lingkungan perumahan, semangat gotong royong masyarakat kembali menjadi jawaban nyata. Usman Djabir, Ketua Pedagang Kaki Lima (PKL) Griya Bukit Jaya, bersama puluhan PKL dan warga setempat, turun langsung memperbaiki jalan rusak dan berlubang di kawasan Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (2/7/2025).
Perbaikan jalan ini dilakukan dengan cara kerja bakti dan biaya murni swadaya masyarakat tanpa bergantung pada dana pemerintah. Jalan lingkungan yang menjadi akses vital warga dan pelaku usaha lokal itu sudah lama mengalami kerusakan parah, berlubang dan becek ketika musim hujan, serta berdebu di musim kemarau.

Usman Djabir menegaskan bahwa aksi perbaikan jalan ini tidak berhenti pada tahap urugan semata. Setelah proses pengurugan dan pemadatan rampung, warga bersama PKL akan segera melanjutkan dengan proses pengecoran jalan.
“Rencananya minggu ini kita mulai pengecoran, setelah urugan selesai dan benar-benar padat,” ujar Usman Djabir, yang sejak awal memimpin koordinasi aksi gotong royong ini.
Langkah ini dinilai sangat penting mengingat jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat, termasuk untuk distribusi logistik pedagang, aktivitas sekolah, ibadah, hingga kesehatan. Kerusakan yang dibiarkan akan berdampak langsung terhadap ekonomi dan keseharian warga.
Sebelumnya, warga juga telah melakukan perbaikan drainase di wilayah yang sama pada beberapa bulan lalu. Kegiatan tersebut menelan biaya sekitar Rp128 juta, yang seluruhnya juga berasal dari patungan warga dan donatur lokal.
“Kami sadar, kalau kita terus menunggu bantuan pemerintah, mungkin jalan ini akan terus rusak bertahun-tahun. Maka dari itu, kami bergerak sendiri. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi harga diri sebagai warga,” tambah Usman.
Aksi sosial ini menjadi gambaran nyata sinergi antara berbagai unsur masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, Ketua RW dan RT, hingga para pedagang kaki lima ikut ambil bagian. Gotong royong dilakukan mulai dari pagi hari, dengan semangat kebersamaan, tanpa pamrih.
Warga bahu-membahu membawa alat, batu split, semen, hingga mengatur arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Bahkan anak-anak muda setempat ikut terlibat sebagai bentuk pendidikan karakter dan cinta kampung halaman.
Kegiatan ini juga mendapat atensi dari Kepala Desa Tlajung Udik, Yusup Ibrahim, serta Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, yang turut hadir dan meninjau langsung proses kerja bakti di lapangan. Mereka mengapresiasi langkah swadaya yang dilakukan warga, sekaligus mencatat kebutuhan infrastruktur tersebut untuk masuk dalam penganggaran ke depan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga. Pemerintah desa akan berupaya mendukung semampunya, meskipun anggaran kita terbatas,” ujar Kades Yusup saat meninjau lokasi.
Camat Gunung Putri juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif warga dan akan mendorong agar kawasan tersebut mendapatkan prioritas dalam program perbaikan infrastruktur tingkat kecamatan dan kabupaten.
Meski pembangunan jalan dilakukan secara mandiri, warga berharap ada bentuk dukungan konkret dari pemerintah, baik dari segi material maupun pengakuan resmi terhadap upaya swadaya tersebut. Jalan yang diperbaiki adalah aset publik yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.
“Harapan kami, ini bisa jadi pemantik. Kami sudah mulai duluan. Pemerintah tinggal melanjutkan, atau paling tidak membantu meringankan beban masyarakat,” tutup Usman Djabir.
Dengan semangat gotong royong, aksi perbaikan jalan rusak di Griya Bukit Jaya menjadi contoh kemandirian warga dalam membangun desa, serta pesan moral bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil dan kebersamaan. Kini, tinggal bagaimana pemerintah menindaklanjuti dengan kebijakan nyata untuk memperkuat infrastruktur di lingkungan perumahan rakyat.(Agung DS)



