PENDIDIKAN

Sekjen LSM ARMI Respek 209 Guru PAI Teraniaya Soal Tunjangan Minim

BOGOR – Kondisi dan nasib para guru PAI Di Kota Bogor ternyata amat miris dan menyayat hati bak teriris sembilu.

Sumber pengawas PAI Kota Bogor yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan fakta atas nasib para guru PAI itu.

“Ini kenyataan dan bukan omong kosong saya selaku pengawas juga telah berupaya untuk menyampaikan keluhan para guru PAI tersebut kepada kepala Kantor Kemenag.

Namun nasib para guru yang berjumlah

209 orang guru PAI yang ada dan tersebar di Kota Bogor bagai punguk merindukan bulan tanpa kepastian ” ujar pengawas tersebut pada media.

Dituturkan dia yang mengawali dinas dan bekerja tahun 2002 tersebut memang secara struktur ada
Kasi PAIS dan Staf yang membidangi tapi belum maksimal.

Perlu diketahui bahwa
PPG dan TPG Guru Agama itu telah dibahas Lima kementerian dan petemuan untuk membahas peningkatan kualitas pendidikan nasional, termasuk masalah Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Guru Agama.

Dimana Pertemuan berlangsung di Jakarta, 9 – 11 Oktober 2024 lalu.

Lima kementerian itu adalah Kementerian Agama, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Wakil dari masing-masing instansi bertemu untuk melakukan koordinasi strategis lintas instansi guna memperkuat kualitas pendidikan nasional.

Bahkan Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag, M. Munir menyatakan bahwa pertemuan lintas instansi bertujuan membangun kesamaan pemahaman dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Dalam konteks tersebut, Guru dan Pengawas PAI berperan penting mewujudkan kualitas pendidikan nasional. Oleh sebab itu, memperhatikan guru menjadi sangat penting. Guru harus dituntut profesional untuk kualitas pendidikan di Indonesia,” jelas M. Munir pada media.

Selain itu komentar Sekjen LSM ARMI ( analisis Riset Monitoring Indonesia),Gustapol Maher bahwa kebijakan dan aspirasi guru PAI harus diperjuangkan di Kota Bogor jika perlu didukung Walikota Bogor baru.

“Soal nasib para guru PAI Kota Bogor yang miris dengan tunjangan yang minim ata jauh dari angka harapan layak kehidupan perlu menjadi perhatian dan prioritas program.

Dimana merujuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen telah dinyatakan pentingnya membangun kesepahaman dalam mengelola guru dan pengawas PAI yang ada di sekolah-sekolah umum terutama 209 guru PAI yang ada diKota Bogor saat ini menderita tanpa Tunjungan memadai atau layak “tegas Gustapol Maher .
(Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *