Pemindahan Balaikota Bogor & Layanan SPAM Summarecon Sarat Dugaan Jemari Bisnis Naga 9?

BOGOR – Murnikah rencana pemindahan Balaikota Bogor ke Katulampa berdasarkan perencanaan wilayah dan tata letak perkotaan yang berkesinambungan pada pembangunan masa depan .
Atau hanya proyek yang semata akan memakan dana APBD hingga terjadi Defisit anggaran dalam pelaksanaannya.
Dari hasil investigasi Tim didapatkan
Catatan media bahwa atas ide dan wacana pemindahan Balaikota Bogor itu saat Walikota Bogor dijabat Bima Arya dan wakilnya Dedie Rachiem.
Dimana rencana pemindahan Balaikota Bogor ke Lahan Bekas Aset BLBI di Katulampa
Ini mengantisipasi perkembangan Kota Bogor di masa depan.
Dari sumber Balaikota bahwa rencana pembangunan bukan datang secara tiba-tiba, melainkan sudah diajukan berpuluh-puluh kali oleh organisasi perangkat daerah dengan dasar perlunya sarana dan prasarana perkantoran yang memadai.
Adapun lahan hibah aset eks BLBI di kawasan Katulampa memiliki luas tanah 6 hektare yang berada di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur.
Selain aset tanah di kawasan Katulampa, Pemkot Bogor juga mendapat bidang tanah seluas 3,35 hektare di Kelurahan Empang, Bogor Selatan, dan 6 bidang tanah lainnya dengan total 9.790 meter persegi di kawasan Jalan R3.
“Kami menduga sudah ada deal dan komitmen atas peralihan hibah asset Eks BLBI 6 Hektar ini dari DJKN pada Pemkot Bogor.
Agar rencana pengembangan wilayah berupa prassarana alternatif jalan R3 yang terintegrasi dengan jalan menuju kawasan perumahan Summarecon mulus dan lancar “jelas aktivitas anti korupsi,Galai Simanupak,SH.
Dilanjutkan dia,selain adanya dugaan kesepakatan Pemkot Bogor dan Summarecon soal akses jalan dan pemindahan Balaikota Bogor juga ada pertalian kaitan suplai air bersih untuk perumahan mereka yang ternyata tidak bisa terpenuhi dari SPAM milik pemkab.Bogor dari SPAM Tirta Kahuripan didaerah Pasir Muncang ,kecamatan Megamendung hingga akhirnya Air bersih pun dipenuhi dari SPAM Katulampa dengan cakupan layanan hingga 30 Prosen dari kemampuan kubikasi produksi 300 L/ detik dari SPAM Katulampa.
Namun anehnya sistem pelayanan pada SR ( Satuan Rumah Tangga) baik tagihan dan pipa dipertengahan dishelter dengan pipa air minum Tirta Kahuripan milik Kabupaten Bogor hingga keperumahan Summarecon.
Hal ini kami tanyakan atas aturan dan rujukan aspek legalitas dan hukumnya apakah sesuai aturan Perpamsi terkait SPAM juga
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum”tegas Galai pada media,Jumat (15/8).
(Red03)



