PEMERINTAHAN

Dipelintir Berita Miring Dukung Bima Arya Nyalon Gubernur, Dirut Perumda Tirta Pakuan Makin Familiar

BOGOR – Bagai pepatah biarlah anjing menggonggong kafilah tetap berlalu .

Ramai dan menjadi perbincangan ketika sejumlah media memberitakan secara
sepihak soal hadirnya Dirut Perumda Tirta Pakuan saat deklarasi dukungan Bima Arya Sugiarto untuk tampil di Pilkada Jabar .

Pengamat dan aktifis Kota Bogor ,M.Fajar Cahyana,Selasa (28/5) berkomentar atas kejadian ini malah menguntungkan trust publik Rino Indira makin naik dimata publik.

” Gaduh dan ramai informasi ini tentunya harus dikaji secara keilmuan dan analisa jernih .
Agar arus informasi tidak sesat dan menyesatkan bahkan dibentuk secara ekstrim.

Bedakan deklarasi dan turut hadir sebagai undangan dalam deklarasi atau dukungan .

Inilah apa yang disebut kejadian dan peristiwa alami jika disikapi secara bijak dan penuh analisa management massa sebagai hal yang immposible tapi nyata .

Dalam pengalaman saya berorganisasi dan menjadi aktifis tentu pemberitaan miring ini bertujuan secara politis baik murni ataupun pesanan” kata M Fajar Cahyana .

Dijelaskan dia bahwa publik malah akan ingin tahu siapa Rino Indira Gustian itu kok setiap langkah dan gerak dia seakan dibututi dan diawasi dalam aktifitasnya.

“Kita harus mencerna informasi ini secara utuh dan seimbang dimana tentu akan ada respon saat apapun ucapan dan tindakan serta pendapat itu disampaikan secara umum.

Jika saudara Rino Indira datang secara pribadi bukan institusi itu syah-syah saja menghadiri undangan seseorang entah dalam acara atau agenda apapun.

Jika dikaitkan langsung pada frame politik maka masukan dan output pasti akan menjadi konsumsi politik artinya ini tidak murni lagi pada informasi yang sehat dan benar.

Tapi analisa saya justru kejadian ini akan menaikan citra positif dan membentuk opini publik minimal masyarakat tahu dan ingin lebih jauh dalam mengenal sosok Rino Indira Agustian yang diramaikan media ” kata M Fajar Cahyana .

Selain itu M Fajar Cahyana berpendapat langkah dan debut Rino Indira Agustian di Kota Bogor cukup diketahui sejak awal bahkan mengenal secara pribadi .

” Saya malah mendukung atas kejadian ini secara pribadi ,agar sekalian Rino Indira jangan tanggung mengambil langkah politik dan strategis jika mau mencalonkan diri sekalipun di Kota Bogor Untuk Walikota atau Wakil kedepan ” papar dia.

Perlu diketahui , Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira jadi sorotan lantaran hadir dalam kegiatan deklarasi Bima Arya sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat di Kota Bandung.

Kemudian , Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari mengeluarkan Surat Edaran (SE) NOMOR: 100.3.4/2159 – BKPSDM Tentang Pelaksanaan Netralitas Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Badan Usaha Milik Daerah di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Bogor Dalam Penyelenggaran Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024.

Langkah Hery Antasary yang mengeluarkan SE ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak,baik aktifis juga akademis dan pengamat Hukum.

“Atas kejadian itu dapat di garis bawahi selain apresiasi langkah Pj Wali Kota Bogor, saya apresiasi sikap Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan yang legowo untuk ikut arahan pimpinan dan siap bersikap netral,” tambah M.Fajar .

Dia juga berkomentar dengan langkah Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari dan Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira yang legowo, tentunya itu menunjukkan kedewasaan dan wujud demokrasi di Indonesia khususnya Kota Bogor.

“Menurut saya ada dua analisa perspektifnya.

Pertama langkah sudah tepat dari Pj dan dewas. Kami rasa perlu apresiasi dari dirut yang legowo menerima dan siap akan arahan dari pimpinan netralitas ASN dan BUMD.

Jika bicara hak konstitusional, setiap warga negara berhak memilih kepada salah satu calon dan itu dilindungi konstitusi di Indonesia.

“Saya lihat secara lebih dalam lagi. Pertama hal konstitusional masyarakat atau warga negara Indonesia yang berhak memilih salah satu calon.

Kedua, ini kan belum masuk tahapan Pilkada, sangat jelas belum masuk. Dalam arti apakah figur itu (Bima Arya) akan maju itu laku dipasrakan dikancah Jawa Barat Kan belum tentu, ada kendaraan partai ” kata dia.

( Agusbagja )

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *