Penjual Bakso Ditemukan Gantung Diri di Perumahan Pesona Palad Cikahuripan

BOGOR — Warga Perumahan Pesona Paladium, Blok D No. 86, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, dikejutkan oleh penemuan seorang pria berinisial LM (40) yang ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri, pada Senin siang sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban diketahui sehari-hari bekerja sebagai penjual bakso keliling (Bakso Kwanki) dan dikenal warga sekitar sebagai pribadi yang ramah dan pekerja keras.
Berdasarkan keterangan warga dan pihak keluarga, korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya, Nabil (19).
Menurut penuturan Nabil, terakhir kali ia melihat sang ayah masih berada di rumah sekitar pukul 05.00 WIB pagi. Saat itu, LM tampak bersiap untuk keluar rumah seperti biasanya.
“Biasanya bapak berangkat pagi buat cari lapak jualan. Saya kira juga tadi bapak pergi jualan seperti biasa,” ujar Nabil dengan suara lirih kepada petugas di lokasi kejadian.

Namun, hingga menjelang siang, sang ayah tak kunjung pulang. Saat membuka warung sekitar pukul 12.00 WIB, Nabil mendapati pemandangan mengerikan — ayahnya ditemukan sudah dalam keadaan gantung diri di dalam rumah.
Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada Wakil Ketua RT 04, Sdr. Susilo, yang kemudian meneruskan informasi kepada pihak kepolisian dan pemerintah desa setempat.

Tak lama berselang, petugas dari Polsek Klapanunggal yang dipimpin oleh anggota Reskrim Bripka Loli dan Bripka Egi, bersama unit patroli Denny dan Asep, Kanit Intel Bungsu, serta Babinsa Ase Supandi dan Kades Cikahuripan, Andi Upi, tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Turut hadir pula Sekdes Enci, anggota BPD Cikahuripan Dwi Suprapto, Kadus Abud, serta petugas Linmas setempat.
Petugas memastikan kondisi korban dan melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil identifikasi di tempat kejadian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik selain akibat gantung diri. Barang-barang korban pun diketahui masih lengkap.

Diketahui, istri korban saat ini bekerja di Bandung, sementara LM tinggal di rumah bersama anak dan menantunya.
Menurut keterangan keluarga, korban belakangan ini sempat terlihat murung karena sedang berencana mencari lapak baru untuk berjualan.
“Beliau sempat bingung mau pindah jualan ke mana, mungkin banyak pikiran,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Atas permintaan keluarga, jenazah korban tidak dilakukan otopsi dan langsung dimakamkan pada hari yang sama.
Pihak Kapolsek Klapanunggal dan Kanit Polsek Bungsu menyatakan bahwa keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa ini membuat warga Perumahan Pesona Paladium berduka dan terkejut. Banyak tetangga mengaku tidak menyangka LM akan mengakhiri hidupnya dengan cara tragis seperti itu.
“Beliau orang baik, nggak pernah punya masalah sama siapa-siapa. Kami semua kaget,” ucap Susilo, Wakil Ketua RT setempat.
Polisi mengimbau masyarakat agar saling memperhatikan lingkungan sekitar dan tidak ragu berbagi cerita atau mencari bantuan ketika menghadapi tekanan hidup berat.(Agung DS)



