RAGAM

Situsari Bergerak Melawan Penyakit: Saat Teras Kantor Desa jadi Saksi Perjuangan untuk Sehat

BOGOR – Pagi yang cerah di Desa Situsari mendadak riuh oleh langkah kaki warga yang datang membawa harapan. Kamis (16/04/2026), Teras Kantor Desa Situsari disulap menjadi pusat pelayanan medis darurat namun penuh kehangatan. Di tempat sederhana inilah, ratusan nyawa dipantau kesehatannya melalui skrining besar-besaran untuk memerangi Tuberkulosis (TBC), Diabetes, hingga antisipasi Polio.

Hingga siang hari, tercatat 119 warga dari total target 220 orang mulai dari balita yang digendong hingga lansia yang melangkah perlahan telah hadir untuk memeriksakan diri.

Camat Cileungsi, Drs. Adi Henryana, AP., M.Si., turun langsung meninjau jalannya pemeriksaan. Dengan tatapan penuh empati, ia menyapa satu per satu warga yang sedang menunggu giliran.

“Kami tidak ingin melihat warga Situsari sakit tanpa penanganan. Pemeriksaan ini adalah bentuk kontrol kita bersama. Pelayanan ini hadir untuk memastikan setiap helai napas warga Situsari adalah napas yang sehat,” tegas Adi Henryana dengan nada yang menguatkan.

Senada dengan Camat, Kepala Desa Situsari, Bapak Dahlan, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia melihat momen ini sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kecil.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Camat dan RS Bogor yang telah peduli. Kami mendata betul, terutama bagi warga yang kurang mampu agar mereka tidak takut berobat. Jika terdeteksi sakit sekarang, bisa langsung kita tangani hari ini juga. Tidak boleh ada warga Situsari yang terabaikan kesehatannya,” tutur Dahlan penuh haru.

Langkah preventif ini tidak berjalan sendiri. Di balik meja pemeriksaan, para pahlawan kemanusiaan bekerja tanpa lelah:

  • Tim Medis RS Bogor & Puskesmas Gandoang: 10 tenaga medis diterjunkan untuk memastikan skrining berjalan akurat.
  • Kader Posyandu & PKK: Dipimpin oleh Yos Sabariah bersama 10 anggotanya, mereka menjadi ujung tombak yang membimbing warga dengan penuh kesabaran.
  • Linmas Desa Situsari: Bertugas menjaga ketertiban, memastikan setiap warga merasa aman dan nyaman selama proses pemeriksaan.

Ibu Siti (42), salah satu warga yang membawa anaknya untuk skrining, mengungkapkan rasa harunya.
“Biasanya kami bingung kalau mau periksa lengkap karena jauh dan takut biaya. Tapi hari ini, Pak Kades dan Pak Camat bawa dokternya langsung ke sini. Saya jadi tenang tahu anak saya sehat dan saya sendiri bisa cek gula darah gratis. Ini benar-benar membantu rakyat kecil seperti kami,” pungkasnya dengan mata berkaca-kaca.

Skrining sistematis ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan benteng pertahanan bagi masa depan Desa Situsari. Di tengah ancaman penyakit menular seperti TBC dan risiko Diabetes pada orang dewasa, kehadiran layanan jemput bola di teras kantor desa ini menjadi oase bagi masyarakat.

Meski dari 220 sasaran baru 119 yang hadir, pihak desa dan kecamatan terus mengimbau warga lainnya untuk segera merapat. Karena di Desa Situsari, kesehatan bukan sekadar angka, melainkan hak yang harus diperjuangkan bagi setiap anak bangsa.(ADS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *