RAGAM

Media Center BORSUCI, Lontarkan Presiden 2024 Pilihan Amanat Rakyat Bukan Begundal Politik

BOGOR – Dari eskalasi dan kompromi politik dipusat ramai saat ini telah membuat masyarakat binggung .

Apalagi bumbu penyedap politik dan retorika para petualang hingga begundal atau bunglon saling melontar calon yang baru dijajakan pada rakyat bagai pelacur jalanan tanpa malu atas jasa apa dan pengorbanannya pada bangsa dan negara ini.

Humas dan kelembagaan pada Media Center BORSUCI,Gustapol Maher Al Jabar telah mulai melakukan uji petik dan kelayakan calon presiden yang bakal sesuai dengan hati dan keinginan rakyat serta bangsa ini,bahkan tidak memiliki catatan busuk atas dedikasi dan loyalitasnya pada bangsa dan tanah air ini.

“Ini masalah serius maka kami media center Borsuci ( Bogor ,Sukabumi dan Cianjur ) patut memberikan sosok dan gambaran yang ideal untuk memimpin bangsa ini 5 tahun kedepan.
Bahwa minimal rakyat harus peka dan cerdas dalam memilih calon presiden .

Jadilah pemilih cerdas juga calon presiden yang cerdas sehingga instrumen akal dan kecerdasan akan memilih pemimpin yang cerdas pula.
Jangan kita terbawa arus politik yang diciptakan karena memang politik adakah deal atau kompromi yang sistematis demi kepentingan tertentu ” ujar Gustapol Maher Al Jabar ,nama panggilan aktifis IPB angkatan 34 ini.

Perlu diketahui bahwa adakah sosok mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo tampak menyinggung soal kondisi terkini demokrasi era Jokowi di Indonesia.

Jenderal Gatot juga menelaah apakah demokrasi di Tanah Air sudah berfungsi.

Menurut data Gatot Nurmantyo, ternyata rapot demokrasi Indonesia masih merah.

Hal ini diungkapkan oleh Gatot Nurmantyo di kanal YouTube Refly Harun.

“Ternyata skor indeks demokrasi Indonesia hanya mencapai 6,30 persen, masih merah rapotnya,” ujar Gatot Numrnatyo, dilansir pada Rabu 19 April 2023.

Kemudian Gatot juga menyoroti, apakah demokrasi mengangkat harkat martabat dan hak asasi manusia.

“Rapotnya masih merah, hanya 2,9 persen,” tegas Gatot.

Di samping itu, Gatot juga menyoroti apa benar demokrasi di Indonesia mampu sejahterakan rakyat.

“Ternyata tingkat pengangguran terbuka 18, 03 persen pada Februari 2021,” ujar Gatot.

Di samping itu, Gatot menyebut jika sistem politik di Indonesia tidak berjalan secara efektif.

“Dalam prakteknya tampak jelas bahwa presiden tidak lagi dikontrol MPR, seolah-olah lepas tangan terhadap tanggung jawab dan amanah yang diemban,” tegas Gatot.

“Sedangkan, DPR atau parpol yang jelas telah dilucuti kewenangan dan hak-hak konstitusional, hanya berdiam diri karena bergabung dengan Presiden dalam kabinet yang gemuk,” sambungnya.( Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *