Maulid Nabi dan Syukuran Kemerdekaan di Cipenjo
Ribuan Jamaah Bersatu, Donasi untuk Korban Gempa NTT Terkumpul Rp 3,325 Juta

BOGOR — Lapangan Sepak Bola Rawa Gede, Desa Cipenjo, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, berubah menjadi ruang kebersamaan warga, Sabtu (22/8/2026).
Ribuan jamaah memadati lokasi untuk mengikuti Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Membangun Bangsa yang Berakhlak Mulia dan Merdeka” itu tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan dan kemerdekaan.
Di tengah lantunan doa dan tausiah, warga Desa Cipenjo juga menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Kepedulian itu diwujudkan melalui penggalangan donasi untuk korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Cipenjo Hj. Yeni Yusiana, S.Pd., jajaran Pemerintah Desa Cipenjo, Ketua MUI Desa Cipenjo Ustaz Wahyuddin, NU Ranting Cipenjo, BKMT, Karang Taruna, unsur Forkopimcam Cileungsi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Binwil Satpol PP, Linmas, serta ribuan masyarakat.

Penceramah utama dalam kegiatan tersebut yakni Ustaz M. Nur Maulana yang memberikan tausiah di hadapan jamaah laki-laki dan perempuan.
Dalam sambutannya, Kades Cipenjo Hj. Yeni Yusiana mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, kemerdekaan juga harus dimaknai dengan rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama.

Karena itu, Yeni mengajak jamaah untuk mendoakan masyarakat yang menjadi korban gempa di Flores, NTT.
Ia kemudian membuka kesempatan bagi jamaah yang ingin memberikan bantuan secara sukarela.
“Kalau Bapak Ibu ini yang mau saja, kita buka open donasi yang ikhlas saja, yang mau saja memberikan bantuan untuk saudara-saudara kita,” ujar Yeni.
Donasi tersebut, kata dia, nantinya akan disalurkan melalui PMI Kabupaten Bogor agar dapat diteruskan kepada masyarakat terdampak.

“Nanti akan kami sampaikan ke PMI Kabupaten Bogor untuk menyalurkan bantuan ini. Silakan nanti panitia menyebar untuk open donasinya,” katanya.
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari jamaah.
Tak butuh waktu lama, kepedulian warga terkumpul dalam bentuk donasi sebesar Rp3.325.000.
Yeni kemudian menyampaikan hasil penggalangan dana tersebut di hadapan jamaah.
“Doa untuk NTT dan open donasi jumlah keseluruhan Rp3.325.000, alhamdulillah. Nanti kita bulatkan jadi Rp4 juta, kemudian kami transfer langsung ke PMI Kabupaten Bogor. Mereka yang akan menyalurkan langsung ke NTT,” kata Yeni.
Bagi masyarakat Cipenjo, nilai bantuan tersebut mungkin tidak besar jika dibandingkan dengan kebutuhan para korban bencana. Namun, dari tempat sederhana itu, pesan kemanusiaan justru terasa kuat: kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kegembiraan, tetapi juga dengan kepedulian.
Sebelumnya, sambutan Ketua Panitia yang juga Ketua MUI Desa Cipenjo, Ustaz Wahyuddin, disampaikan oleh Wakil Ketua MUI Ustaz Nurhasyim.
Ustaz Wahyuddin tidak dapat hadir karena sedang menjalankan ibadah umrah.
Sambutan lainnya disampaikan Ambran Iskandar, S.AP., selaku Kanit Trantib Satpol PP yang mewakili Camat Cileungsi. Sementara dari unsur kepolisian, sambutan disampaikan AKP Wardi selaku Kanit Binmas Polsek Cileungsi yang mewakili Kapolsek Cileungsi.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dan kebangsaan di tengah masyarakat dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, aparat, tokoh agama, pemuda, dan warga.
Bukan sekadar berkumpul, tetapi membangun kembali ikatan sosial yang semakin penting di tengah kehidupan masyarakat yang terus berubah.
Kemeriahan kegiatan tidak hanya diisi dengan tausiah.
Pemerintah Desa Cipenjo juga menyerahkan piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan kepada para pemenang berbagai perlombaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di sisi lain, pelaku UMKM Desa Cipenjo turut mengambil bagian dengan menggelar bazar aneka makanan dan minuman di sekitar lokasi kegiatan.
Aktivitas tersebut membuat peringatan kemerdekaan terasa lebih hidup. Warga tidak hanya datang untuk mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga dapat menikmati produk usaha masyarakat setempat.
Dari panggung keagamaan hingga lapak UMKM, seluruh elemen masyarakat mendapat ruang untuk berpartisipasi.
Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Cipenjo menyampaikan pesan yang sederhana, tetapi kuat.
Kemerdekaan membutuhkan persatuan. Persatuan membutuhkan akhlak. Dan akhlak tidak akan berarti tanpa kepedulian terhadap sesama.
Dari Desa Cipenjo, semangat itu ditunjukkan bukan hanya lewat doa dan tausiah, tetapi juga melalui tangan-tangan warga yang secara sukarela membantu saudara mereka yang sedang tertimpa bencana di NTT.
Merayakan kemerdekaan bukan sekadar mengingat perjuangan para pahlawan. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah tentang bagaimana manusia yang telah merdeka mampu saling menguatkan.(Agung Dwi S)



