Ketua Poktan Tagih Janji Bupati Soal Program Penghijauan & Hutan Kota

BOGOR – Kiprah dan langkah Poktan ( Kelompok Tani) yang diketahui telah berjasa dalam pengembangan para petani diwilayah Selatan ,merasa kecewa atas janji manis program Hutan Kota dan Penghinjaun yang hingga kita tak ada kabar lanjutannya.
Seperti diketahui publik bahwa Wacana bahkan Rakor ( Rapat Kordinasi) Bupati Bogor soal program hutan Kota dan penghijauan pohon itu telah dibahas di Pendopo pada tanggal 15,bulan Juli lalu.
Dimana hadir saat itu ,bupati Bogor Rudi Susmanto bersama Sekda serta kepala OPD yang hadir di Pendopo.
Hal inilah yang menyisakan tandatanya besar.
Apakah program penghijauan dibeberapa kecamatan dikabupaten Bogor yang dibahas dan dijadikan bahan Rakor benar adanya hanya sebatas Retorika politik dan Janji manis saja.
” Terus pak bupati nya gimana.

Sampai sekarang yang penghijauan juga, saya wa pak sekda belum di jawab2.
Apa mungkin banyak yg masuk jadi ga kelihatan wa saya nya” tulis ketua kelompok Petani pada media ,Jumat (19/9).
Dilanjutkan dia dalam pesan WhatsApp.
“Iya pak, cuman saya jadi nya kurang semangat dan tidak berharap sekali soalnya sampai skrg belum ada yg jalan janji2 ke kita”kesalnya.
Dikeluhkan dia juga pihaknya telah siap dengan bibit pohon buah yang diminta Bupati agar berbuah dalam 3 tahun kedepan.
“Padahal saya sudah siap 10 ribu pohon dari 8 jenis pohon buah-buahan yang diminta Bupati sesuai arahan saat Rakor tersebut “tandasnya.
Dari catatan media dan publish baik dimedia sosial milik Pemkab Bogor sendiri dan juga beberapa media santer program ini diduga tak menarik untuk direalisasikan padahal jika Kabupaten Bogor bisa melakukan program penghijauan dan Hutan Kota tentu dampak banjir dan keseimbangan ekosistem bisa terjaga.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat Rakor di Pendopo kala itu mengatakan, Rakor ini merupakan bagian dari upaya percepatan realisasi pembangunan hutan kota yang berkelanjutan dan berbasis kolaborasi lintas sektor beserta para penggiat lingkungan.
“Kabupaten Bogor punya potensi besar untuk kembali menjadi kawasan hijau. Tapi kita tidak bisa bergerak sendiri. Kita butuh sinergi dari para pegiat lingkungan, masyarakat, dan pemerintah. Ini bukan sekadar menanam pohon, tapi membangun masa depan,” tegas Bupati Bogor.
Bupati Bogor menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada keseimbangan ekologis dan keberlanjutan ekonomi. Informasi dikutip dari publikasi Tim Komunikasi Publik / Diskominfo Kabupaten Bogor.
( Red03).



