RAGAM

MARAK UNDANGAN DAN PANGGILAN KEPALA DESA KE PTUN

Diduga ada Pesanan dan Kepentingan Politik

CIANJUR – DESA MAJU KEPALA DESA BERSATU. Inilah Nasib kepala desa dengan segala macam warna hidup nya.

Para kepala desa yang ada di kabupaten Cianjur kini sedang menghadapi permasalah yang cukup rumit dan cukup memeras isi kepala dan akal sehat.

Kalau kemarin sebelum lebaran permasalahan nya dengan orang-orang terdekatnya karena kebutuhan untuk merayakan lebaran.

Sementara dana bantuan yang rutin keluar baik itu ADD ataupu uang DD tidak semua desa Bisa mencairkan anggaran nya sebelum hari Raya idul fitri.

Banyak dari mereka yang sampai hari ini dana nya belum sempat dicairkan karena kepepet waktu.

Problem utama kepala desa kini bertambah lagi,
Kepala desa selain harus bisa membuktikan bahwa kades bisa membangunan dan memajukan roda perekonomian daerah kepada warga masyarakat nya,

Kini kepala desa pun harus bisa membuka ruang publik dengan para tokoh setempat dan juga pemerintahan daerah juga dengan para penegak hukum

Karena kini kepala desa banyak di kunjungi orang-orang diluar kepengurusan desa yang sebenarnya.

Adanya beberapa lembaga yang datang berkunjung ke desa dengan alasan silaturohmi atau ingin mengajak kerjasama ternyata setelah itu”Diantara mereka ada yang meminta data”kaitan dengan transapransi dan keterbukaan publik…

Sepertinya permasalahan utama kepala desa sendiri sulit untuk mencerna na nya.
Disisi lain kepala desa diharuskan bekerja dan bicara jujur disisi lainnya kepala desa dihadapkan dengan kenyataan yang sebenarnya.

Mereka pun dituntut harus punya loyalitas dan bisa berbagi,sementara anggaran sudah dialokasikan untuk posko-posko yang sudah disetujui dalam rapat.

Dan secara tidak langsung kepala desa sama halnya dengan diperintahkan untuk bisa memilah dan memilih dan menyisihkan untuk dibagikan kepada mereka.

Dan kalau tidak memenuhi keinginan mereka”APA KABAR KEPALA DESA ” dan sampai berjumpa di PTUN.

Ini seperti nya ada dugaan main antara lembaga lembaga tertentu dengan oknum yang bermain dibelakang layar.

Ini harus segera disadari dan difahami oleh rekan-rekan kepala desa dan harus segera bisa mempersatukan para kepala desa.

Sama-sama kepala desa harus punya rasa saling memiliki dan saling suport satusama lainnya dan jangan sampai justru jeruk makan jeruk seperti pribahasa.

Media tipikor investigasi dan tv channel sebagai mantan pengurus kepala desa dan juga mitra kerja desa.

Sya sangat menyayangkan seandainya para kepala desa banyak yang di undang dan dipanggil APH karena kesalahan yang tidak seberapa apalagi permasalah yang tidak jelas.

Mari rekan-rekan kepala desa kita satukan tekad untuk bisa saling menjaga dan saling menolong bilamana ada kepala desa yang dalam keadaan kurang menguntungkan apalagi kalau sedang dalam proses Penyelidikan dan penyedikan Aparat Penegak Hukum.

Sya berharap para kepala desa bisa saling menjaga dan bisa menjalin kerjasama dengan semua fihak.

Terutama dengan.
1.Para warga setempat.
2.
Para tokoh sekitar.
3.Para media dan lembaga sekitar.
4.DPMD/inspektorat.
5.APH dalam hal ini Kejaksaan dan Polres dan polsek setempat..
Dan fungsikan dengan benar keberadaan babinsa juga babinkamtibmas setempat agar semua bisa saling menunjang untuk memajukan dan mengamankan desa dan kepala desa itu sendiri.

Karena separah apapun dan sebesar apapun permasalah yang ada di desa,yakinlah tidak semua nya adalah kesalahan kepala desa. (ASEP LUKMAN)

Tipikorinvestigasi cjr mitrakerjadesa

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *