Ketua Komisi II DPR RI: Sinergi KNPI dan Pemerintah Kunci Pembangunan Daerah

BALANGAN – Kiprah pemuda dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Balangan mendapat atensi khusus dari tingkat pusat. Ketua Komisi II DPR RI, Rifkqnizamy Karsayuda, memberikan atensi khusus terhadap pengembangan kapasitas pemuda di Bumi Sanggam. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Refleksi Akhir Kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Balangan di Loksado, Sabtu (2/5/2026) tadi.
Rifky mengingatkan peran pemuda sebagai motor penggerak pembangunan daerah menuntut kesiapan kompetensi yang matang. Ia menekankan agar pemuda tidak hanya fokus pada sisi intelektual, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi dan memperluas jejaring.
“Harus mampu meningkatkan kapasitas diri. Tidak hanya secara intelektual, tetapi juga dalam kemampuan komunikasi, membangun jejaring, serta menjaga keseimbangan emosional dan spiritual,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia berharap KNPI terus menjadi wadah yang mampu melahirkan pemuda berintegritas dan memiliki kepedulian nyata terhadap kemajuan pembangunan di daerah.
Rifky juga berpesan agar kepengurusan KNPI ke depan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Soliditas organisasi dan semangat persatuan harus tetap dikedepankan demi menciptakan perubahan yang lebih baik.
Ketua DPD KNPI Balangan, Harry Khairil Hadi menyambut baik kehadiran serta motivasi yang diberikan oleh Ketua Komisi II DPR RI tersebut. Menurutnya, arahan tersebut menjadi energi tambahan bagi para pemuda di Balangan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Rifkynizamy Karsayuda. Perhatian dan motivasi yang diberikan menjadi energi baru bagi kami untuk terus berkontribusi bagi daerah,” ungkap Harry.
Kegiatan refleksi ini menandai berakhirnya perjalanan kepengurusan KNPI Balangan periode ini. Melalui momentum evaluasi tersebut, diharapkan lahir estafet kepemimpinan yang lebih progresif dan inovatif dalam membangun Kabupaten Balangan ke depan.(AKHMAD SIDIK)



