Kepsek SMAN 1 Keerom Bantah Dugaan Penyimpangan Dana BOS

KEEROM – Kepala Sekolah SMAN 1 Keerom, Rosfine Wilhemina N. Patty S.Pd. M. Mpd membantah keras tuduhan oknum berinisial PAM terkait adanya dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 1 Keerom.
Menurut Rosfine bahwa pengelolaan dana BOS di SMAN 1 Keerom telah sesuai aturan. “Tidak ada temuan dalam pengelolaan anggaran tersebut. Pengelolaan dana BOS telah sesuai aturan,” tegas Rosfine kepada media Tipikor Investigasi, Selasa (16/12). Bahkan menurut Rosfine, pihaknya telah diaudit oleh Inspektorat dan BPK RI Perwakilan Papua terkait pengelolaan dana BOS tersebut.
Hanya saja, yang membuat Kepala Sekolah SMAN 1 Keerom, Rosfine merasa heran kenapa Oknum PAM yang mengaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pemantau kinerja Aparatur Negara (LSM GEMPUR) menuduh adanya dugaan penyimpangan dana BOS. “Heran saja, dia koar koar di media sosial, tanpa menyebut secara detail dimana penyimpangannya,” tegas Rosfine.
Tuduhan oknum PAM jelas tidak mendasar dan hanya mencari cari kesalahan. Itu hanya fitnah yang tidak mendasar. “Saya sangat terganggu secara pribadi, semua resah, postingan postingan PAM tidak didasari dengan adanya bukti yang akurat. Sehingga ada kesan hanya menggiring opini negatif buat masyarakat. Hanya asumi saja,” tegasnya.

Rosfine menegaskan bahwa dana BOS telah dikelola secara transparan dan akuntabel, bahkan telah melalui proses audit dari pihak yang berwenang. “Kita tidak ada pembayaran untuk komite. Selain itu, penerima murid baru kita tidak melakukan pemungutan sama sekali bahkan sampai materai kita yang sediakan,” ujar Rosfine.
“Dan perlu diketahui, sudah dua tahun ini SMAN 1 Keerom memberikan subsidi dari dana BOS untuk baju seragam identitas sekolah. Kita tidak asal membelanjakan dan BOS, karena ada aturan dan porsinya,” jelasnya.
“Atas permasalahan ini jelas saya tidak terima, makanya saya laporkan kasus ini ke pihak berwajib. Harapan saya, dia bisa membuktikan tuduhan itu, dihadapan kepolisian. Langkah saya juga mendapat dukungan wali murid dan guru,” katanya.
“Saya berharap masalah ini menjadi jelas. Karena ini menyangkut nama baik saya, keluarga besar saya dan nama besar sekolah ini dipermalukan. Mereka terganggu dan resah, akhirnya dari pada menjadi pembicaraan yang tidak benar dan saya merasa tidak bersalah, makanya saya lapor. Saya siap diperiksa,” tegas Rosfine. (KRIS SAUDE)
.



