RAGAM

Deklarasi DPP PAPTAKI: Meningkatkan Gizi Anak Indonesia dan Ketahanan Pangan

JAKARTA – Perhimpunan Pembudidaya Tanaman Koro Indonesia (PAPTAKI) resmi mendeklarasikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam acara yang berlangsung di Balai Gedung BBPPMD Jakarta, Minggu (23/2).

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Dirjen Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Samsul Widodo, Ahli Gizi dr. Ndung Sri Durjati MSc, SpGK, IBCLC, DPH, serta perwakilan dari TNI Letda Gugun dari Bekang 1 Bogor. Selain itu, hadir pula sekitar 36 perwakilan DPP PAPTAKI dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum PAPTAKI, Grace Taliwongso Nelwan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa budidaya kacang koro dapat membantu para petani meningkatkan penghasilan mereka. Selain itu, program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan swasembada pangan.

Menurut dr. Ndung Sri Durjati, kadar nutrisi dalam kacang koro tidak jauh berbeda dengan kedelai, sehingga dapat menjadi alternatif dalam produksi tempe dan susu. Dirjen PDT Samsul Widodo juga menjelaskan bahwa kacang koro dapat tumbuh di lahan dengan kadar air rendah tanpa pupuk, meskipun hasilnya akan lebih baik jika menggunakan pupuk. Panen kacang koro dapat dilakukan dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan, menjadikannya sebagai komoditas yang strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan ini, Letda Gugun dari Bekang Bogor mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penanaman kacang koro di lahan Bekang, tepatnya di belakang pom bensin dan sepanjang jalan di area tersebut. Penanaman ini telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan, dan dalam waktu satu bulan ke depan akan siap untuk dipanen. Ia juga menegaskan bahwa penanaman kacang koro ini merupakan yang pertama di lingkungan TNI Bekang 1 Bogor, dan rencananya akan diperluas ke lingkungan TNI lainnya. Langkah ini diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo dengan meningkatkan swasembada pangan di setiap desa dan lingkungan TNI.

Ketua Umum PAPTAKI, Grace, turut mengajak para kepala desa untuk memanfaatkan lahan yang tidak terpakai untuk menanam kacang koro. Ia menegaskan bahwa budidaya kacang koro tidak memerlukan perawatan yang sulit dan dapat tumbuh dengan baik bahkan tanpa pupuk. Selain itu, kacang koro memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk makanan dan minuman seperti tempe dan susu.

Sebagai bagian dari program ini, PAPTAKI juga berencana menjalin kerja sama dengan berbagai institusi dan akademisi untuk melakukan riset lebih lanjut mengenai manfaat kacang koro dan optimalisasi produksinya. Langkah ini bertujuan agar kacang koro semakin diterima oleh masyarakat luas sebagai sumber pangan yang bernutrisi dan ekonomis.

Dalam diskusi lanjutan setelah deklarasi, beberapa petani dari berbagai daerah berbagi pengalaman mereka dalam membudidayakan kacang koro. Mereka menyampaikan bahwa tanaman ini memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca ekstrem dan tidak mudah terserang hama, sehingga lebih menguntungkan dibandingkan beberapa tanaman pangan lainnya. Para petani juga berharap adanya dukungan dari pemerintah dalam bentuk bantuan bibit dan pelatihan teknis agar produksi kacang koro dapat meningkat secara signifikan.

Selain itu, PAPTAKI juga tengah menjajaki kerja sama dengan industri pangan untuk mengembangkan berbagai produk berbasis kacang koro yang memiliki nilai jual tinggi. Produk seperti tepung kacang koro, camilan sehat, serta minuman berbasis kacang koro mulai diperkenalkan kepada pasar sebagai alternatif sumber protein yang lebih terjangkau dan mudah didapatkan.

Deklarasi ini menandai langkah awal dalam upaya meningkatkan produksi kacang koro secara nasional, sekaligus mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan gizi anak-anak Indonesia. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait, diharapkan budidaya kacang koro dapat berkembang pesat dan menjadi solusi nyata bagi ketahanan pangan di Indonesia.(Agung Dwi S)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *