RAGAM

Miris, 4 Anak Yatim di Serang Ditelantarkan Ibu Kandung

SERANG – Bagai teriris sembilu ,ketika 4 orang anak dibawa umur dan yatim ditinggal ibu kandung karena menikah lagi.

Atas Fenomen dan fakta tersebut pihak Forum Diskusi & Kajian Taruna ( Tameng Rakyat Untuk Nusantara) meminta segenap elemen dan relawan sosial perlu turun tangan atas nasib 4 orang anak dibawah umur dan yatim ini.

Sebagaimana Astra Cita pada visi dan misi presiden terpilih pada kesejahteraan anak bangsa terutama makanan bergizi.

Serta menghimbau pada pejabat pemerintah propinsi Banten baik kabupaten Kota dan kabupaten dimana 4 orang anak dibawa umur ini untuk peduli dan memperhatikannya.

” Ini sudah kasus dan masalah dasar atas HAM (Hak Azasi Manusia ) dimana ada hak dasar bagi perlindungan anak dan masa depannya.
Juga masalah kesejahteraan nasib anak tersebut kedepan.

Oleh karena kami Forum & Kajian Taruna menyikapi serius informasi ini dan siap untuk turut pula memberikan bantuan baik moril dan materil pada nasib mereka “tegas Galai SiManupak pada awak media ,Jumat (27/12).

Ditambahkan dia masalah ini adalah masalah sosial dan kemanusiaan bukan lagi hal sepele.

” Ini akan pelit dan berat jika tidak disikapi serius sebab menyangkut atas hak dasar yakni kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Apabila benar orangtua itu kabur dan memilih menikah lagi tentu ini tidak tepat dan benar dilakukan.

Jika benarpun maka harus ada instrumen dan peran pemerintah baik daerah dan pusat atas kenyataan ini.

Alokasi bantuan sosial dari pusat dan daerah diberikan pada siapa jika mereka yang membutuhkan seperti ini tak tersentuh aparat desa ,kecamatan ,kabupaten serta bantuan pusat.

Dimana ibu itu memilih kabur atas beban berat dia seorang diri tanpa bantuan sosial amat pula wajar dan manusia jika terhimpit pada pilihan ekonomi tanpa bantuan pemerintah ” papar dia.

Diketahui pula ,

Kasubdit Gasum Direktorat Samapta Polda Banten, Kompol Jajang Mulyaman berkunjung ke kediaman empat anak yatim bernama Dewi (11), Imas (9) Asep (7) dan Aulia (4).

Kakak beradik yang masih di bawah umur tersebut terpaksa tinggal di rumah semi permanen, tanpa ditemani sang ibu, setelah ibu mereka menikah lagi.

Bahkan Dewi terpaksa tak melanjutkan sekolah SMP lantaran harus mengurus ketiga adiknya.

Kisah anak yatim ini viral di media sosial, setelah Kasubdit Gasum Ditsamapta Polda Banten, Kompol Jajang Mulyaman berkunjung ke kediaman mereka.

Dalam unggahan Tiktok milik Jajang, terlihat para anak yatim ini menangis kala teringat ibu mereka.

“Tinggal di sini berempat, bapak sudah meninggal, mamah nikah lagi. Nggak tahu gak pernah ke sana (Ke rumah suami ibu),” kata Dewi dalam video yang dikutip TribunuBanten.com, Jumat (27/12/2024).

Dewi menceritakan, ibu mereka kerap mengirimkan makan satu hari sekali.

Namun, pasca menikah lagi, sang ibu tak tinggal bersama mereka.

“Makan dikirim sore, kalau sore nggak dikirim nanti dianter pagi,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Direktorat Samapta Polda Banten, Kompol Jajang Mulyaman mengatakan, awalnya dia mendapat informasi bahwa ada anak yatim yang tinggal berempat tanpa ditemani sang ibu karena menikah kembali.

( Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *