RAGAM

MARAK SERANGAN FAJAR NAMUN LOLOS DARI BAWASLU/PANWAS

CIANJUR – Banyak cerita dimasa Pemilu kali ini. Baik suka maupun duka dan dengan segala drama nya.

Pilpres, pileg kali ini menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat di sekitar Cianjur.
Adanyq ASN yang terkena OTT dan juga kejadian ancaman pemindahan tempat dimana dia bekerja pun sudah muncul diberita daerah.

Adanya dugaan ASN yang di intruksikan untuk memilih salah seorang caleg dari salah satu partai kontestan pemilu sudah beredar luas.

Namun seperti nya itu menjadi pertanyaan serius warga masyarakat tentang kelanjutan masalah tersebut.

Dan selanjutnya fihak-fihak terkait dalam hal ini panwaslu serta aparat penegak hukum diminta agar bertindak sesuai hukum yang berlaku.

Dikhawatirkan kasus dugaan money politik yg terkena OTT tersebut berhenti di tengah jalan tanpa kejelasan dan penjelasan.

Meski kejadian sebelum nya sudah rame ada nya oknum pejabat yang mengharuskan bawahan nya memilih seseorang dengan ancaman kalau tidak memilihnya akan dipindah tugaskan ke daerah terpencil.

Kali ini kejadian hampir serupa terulang kembali di salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Cianjur.

Oknum pegawai kelurahan diduga diperintahkan untuk mengawal orang yang sama dengan kejadian sebelumnya,namun kali ini dipaketkan dengan caleg daerah nya.

Ratusan amplop bahkan bukan tidak mungkin ribuan amplop berisi uang dibagikan kepada tim nya untuk diberikan kembali kepada calon pemilih nya.

Adanya dugaan ASN/PNS ikut dalam skenario pembagian uang dalam amplop terekam dalam pembicaraan timses dengan warga sekitar rumah penerima amplop tersebut.

Dugaan-dugaan penggiringan untuk memilih tandem orang tersebut sebenarnya sudah bukan rahasia umum lagi.

Karena salah seorang saksi yang ikut dalam semua kegiatan tersebut adalah orang yang memang merasa dirugikan.

Momen-momen kejadian diatas memang seperti nya sudah diduga akan terjadi karena hanya orang-orang tertentulah yang bisa mengungkap tabir”TITIPAN DAN PAKETAN”yang wajib dimenangkan di tiap tps-tps yang ada di dapil nya masing-masing.

Banyak cara untuk berbuat seperti itu karena demi kepentingan kelompok tertentu dan kepentingan diri nya sendiri,mereka siap menanggung dampak yang mereka kerjakan sendiri maupun via tangan orang lain meski dampak resiko nya bisa mengorbankan diri dan karir nya sendiri…marak nya kasus money politik dan bagi-bagi sembako karena mungkin di awali dengan buta nya para pengawas dan bisu nya keadilan yang selama ini dikotori para pemain dibelakang layar..

Bukan tidak mungkin ada kepala desa/lurah diduga ikut dalam permainan adu gengsi dan strategi demi jabatan yang dijanjikan..meski baru sebatas dugaan namun dilapangan sudah mulai nampak terjadi dengan program paket caleg nya menguasai perolehan suara di dapil nya masing-masing..

(Asep Lukman)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *