Dewan Tak Datang Lagi Ke Rumah Candra, Janji 3 Hari Perbaiki Rumahnya?

BOGOR – Candra warga Desa Laladon ,kecamatan Ciomas yang tidak masuk penerima bantuan sosial selama 3 tahun sejak 2021 lalu,sempat didatangi anggota dewan pada Sabtu (17/11) lalu dan dijanjikan 3 hari lagi akan diperbaiki kondisi rumahnya ternyata hingga kini belum terealisasi .
Atas ucapan dan janji wakil rakyat tersebut Candra kembali menunggu hingga kini digubug dekat terminal Laladon tempat dia sehari-hari tinggal sambil memelihara dan menjaga bebek milik pak Empad.
” Ya waktu Sabtu kemarin saya didatangi dan ditemui dewan kerumah saya.



Lalu beliau masuk melihat kondisi rumah saya dan bilang akan kembali lagi 3 hari kemudian sambil memberi bantuannya.
Dia berjanji untuk memperbaiki rumah saya dan katanya mau belanja material untuk memperbaiki rumah , hari ini mau belanja apa, nanti 3 hari kemudian dia datang lagi .
Banyak yang dibicarakan dan ditanyakan mulai kenapa rumah diluar tembok tapi dalam berantakan belum selesai juga agar jendela dibuka biar ga pengap.
Saya bilang apa adanya memang saya tidak bekerja dan itupun rumah dari keluarga almarhum istri saya bersama adik almarhum laki- laki ” ujar Candra .
Selain itu Candra juga mengatakan setelah bertemu dewan itu diajak belanja diswalayan dan dibelikan makanan hingga karbol untuk pembersih rumah .
Dari informasi yang dihimpun media pihak kades hingga kini belum terlihat melakukan pencekan kerumah Candra tapi anggota dewan yang telah lebih dulu respon dan terjun kelapang.
Tentunya dari fakta penerima bantuan sosial didesa ini,
Data dan validasi kondisi ekonomi dan sosial yang ada dan nyata ditiap desa diKabupaten Bogor ternyata belum sesuai antara penerima yang membutuhkan dengan kenyataanya.
Dari nasib Candra tercatat sesuai KTP didesa Laladon ,Kecamatan Ciomas ,kabupaten Bogor.
Adalah contoh nyata atas rasa kebenaran dan keadilan itu belum tegak dalam pencapaian kesejahteraan warga negara ini.
Komentar LSM ARMI ( Analisis Riset Monitoring Indonesia) bung Gustapol Maher agar wakil rakyat merealisasikan janji politiknya pada warga juga janji para calon bupati khusus pada warga kabupaten Bogor yang kurang mampu secara sosial dan ekonomi harus pula diperjuangkan.
“Tentunya janji itu adalah hutang .
Walau hanya ucapan lisan tidak ada bukti tertulis .
Tapi komitmen dan integritas dewan siapapun itu atas janinya warga masyarakat kabupaten Bogor adalah wujud nyata dari karakter pribadi dan juga lembaga formilnya .
Ini tentu tidak dipisahkan akan terbentuk pencitraan publik siapa yang berjanji dan sebagai apa dia saat ini” tegas Bung Gustapol Maher.
” Kejadian Ini fakta nyata buka omon-omon dan ada bukti rekamannya.
Kita akan bantu dan perjuangkan hingga minimal dia mendapatkan bantuan sosial didesa itu.
Jika tidak bisa maka kami akan minta kementerian sosial bahkan menterinya datang kedesa Laladon ,Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor .
” Kami meminta setiap RT untuk membuka ruang informasi terbuka dan tidak takut mempublikasikan secara aktif dan nyata mana saja warga yang benar pra sejahtera atau miskin.
” Ini era perubahan tentunya pemikiran lama kita buang jauh-jauh tidak usah takut bicara benar sebab jika hebat itu maka dia harus benar dalam ucapan dan perbuatan.
Kita saja harus bisa menepati janji pada manusia lainnya.
Apalagi wakil rakyat jika berjanji harus benar ucapanya.
Sebab dia akan mewakili pribadi dan institusi serta organisasi yang diwakilinya.
Janji politik ketika kampanye sebelum menjabat dewan juga bupati mendatang juga dalam menyerap aspirasi kaum bawah atau rakyat jangan hanya manis dibibir saja.
Maka karena itu warga yang miskin yang benar tidak dapat bantuan hingga susah makan saja sehari-hari untuk melaporkan pada LSM dan dinas sosial ,kami siap berjuang kan rakyat digarda depan”papar bung Gustapol Maher .
Sementara itu para calon bupati yang akan tampil 6 hari lagi pada tanggal 27 Nopember masih mengutamakan pencitraan dan resep politik konvensional dengan mengumpulkan ribuan masa secara terpusat dilapang dalam bentuk rangkaian acara joged atau senam massal.
Padahal jika bisa menyentuh langsung warga kabupaten Bogor,semisal nasib Candra dan sejuta Candra-Candra lainnya diKabupaten Bogor sudah dipastikan massa pemilih akan lebih terpaut hati mereka dalam memilih wakil pemimpinya kedepan yang peka akan nasib rakyatnya bukan agenda acara hura- hura dan Glamour pesta .
(Red03)



