JUSTICIA

Bendahara PWI Dibacok Orang Tidak Dikenal

LUBUKLINGGAU-BENDAHARA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel), Andi Salahuddin, mengalami luka akibat dibacok oleh orang tidak dikenal pada Kamis (16/6) malam.

Kala itu Andi Salahuddin sedang melintas di jalan Kelurahan Taba Lestari Kecamatan Lubuklinggau Timur, Kota Lubuklinggau pada Kamis malam 16 Juni 2022, sekitar pukul 19:31 WIB.

Malam itu korban tengah mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang menuju rumah korban di RT 5 Kelurahan Taba Lestari Kecamatan Lubuklinggau Timur Kota Lubuklinggau seusai menghadiri acara yasinan.

Ketika melihat lampu jalan berada sekitar 200 meter dari rumahnya padam, Andi Salahuddin menepikan motornya untuk menghidupkan lampu jalan.

Namun, tiba-tiba dari arah belakang datang seorang pria tidak dikenal langsung mengayunkan golok kearah Andi Salahuddin.

Usai melakukan penganiayaan, pelaku yang identitasnya belum diketahui itu langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor milik korban.

Akibat tebasan golok ini Andi Salahuddin mengalami luka terbuka yang lebar di bagian wajah di bawah matanya.

Andi Salahuddin pulang ke rumah, karena kondisinya cukup parah dan perlu penanganan serius, dia lalu dibawa ke RS Bunda oleh sang istri.

“Keterangan dari istrinya mengatakan kalau korban pulang sendiri dengan berjalan kaki dalam kondisi terluka”.

Atas kekerasan kepada bendahara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lubuklinggau ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lubuklinggau, Endang Kusnadi, meminta agar pihak Polres Kota Lubuklinggau segera mengungkap dan menangkap pelaku.

“Kami harapkan pelaku bisa segera ditangkap. Sepeda motor itu adalah alat korban untuk menjalankan profesinya sehari-hari sebagai wartawan,” katanya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada satreskrim polres lubuklinggau karena telah merespon cepat laporan kami,” tegasnya.

Melalui sambungan telepon, Koordinator Gebrakkan Barisan Komitmen Konstitusi Sriwijaya, Nababan SH, mendesak polisi untuk segera menangkap pelaku.

“Polisi harus mengungkap apakah ini ada hubungannya dengan aktivitas jurnalistik korban. Apapun alasannya, kekerasan tidak dapat dibenarkan. Kami yakin polisi bisa mengungkap dengan terang benderang kasus ini,” tegas Nababan.

“Jika nanti terbukti bahwa kasus ini ada kaitannya dengan aktivitas jurnalistik, polisi harus menggunakan UU Pers untuk menambah sanksi terhadap pelaku,” katanya.

Saya menghimbau kepada semua pihak yang merasa dirugikan oleh suatu pemberitaan agar menyelesaikannya ke Dewan Pers sesuai dengan mekanisme sengketa pers sebagaimana yang tercantum dalam UU Pers,” jelasnya, Kamis (16/6).

ADENI ANDRIADI

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.