RAGAM

Aktifis & Tokoh Puncak Mulai Terusik Soal Wacana Trayek Bus Cibinong-Puncak

BOGOR – Kawasan Puncak bak primadona yang terus diperbincangkan.

Tidak hanya soal daya tarik pariwisata hingga program lintas kementerian seolah berporos pada pengentasan masalah Puncak ,benarkah hal tersebut tepat dilakukan dalam mengunakan alokasi keuangan negara atau perlu kajian secara holistik dan mendalami dalam perencanaan bus Rute Cibinong – Puncak Bogor dari kementerian perhubungan ( Kemenhub).

“Kami Aliansi Masyarakat Bogor Selatan ( AMBS) menolak atas wacana dan gagasan trayek bus dari Cibinong menuju Puncak.

Mengapa ,dasar analisa dan kajian kami jelas bahwa beban kawasan Puncak bisa tambah macet dengan adanya bis baru trayek cibinong puncak itu.

Karena jelas dihari biasa saja selain Sabtu dan Minggu sudah macet.

Apalagi ada wacana peluncuran bis trayek Cibinong -Puncak itu tidak mewakili kepentingan masyarakat Puncak dan bukan solusi yang tepat dari kajian dan analisis apapun” tegas Muhsin SiP tokoh puncak juga Ketum Forum Kajian Taruna ( Tameng Rakyat Untuk Nusantara).

Selain itu dia menyatakan secara terbuka menolak akan wacana dan ide Kemenhub tersebut.

“Itu bukan cara dan solusi yang tepat dan benar.

Sebab selain dasar dan analisanya dangkal tentu perencanaan yang tidak tepat bukan mengurangi ke macetan tapi akan malah memperparah beban tarikan dan bangkitan pada transportasi itu pada kemacetan nantinya.

Kami AMBS ( Aliansi Masyarakat Bogor Selatan) menunggu langkah yg sangat rasional secara tepat dan benar dilakukan pemerintah yaitu utk konsentrasi pembangunan dengan pelebaran jalan- jalan alternatif bukan malah menambah adanya trayek baru ,ini apakah bener hasil kajian untuk mengurangi kemacetan jangan ditambah lagi trayek baru Puncak sudah krodit kemacetan dan parah ” jelasnya .

Seperti diketahui pihak
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan angkutan umum bus dengan rute Cibinong-Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rute bus itu ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2025.
“Sehingga masyarakat yang mau ke atas (Puncak) tidak perlu naik motor dan lain-lain. Paling lambat Februari sudah mulai,” ujar Wakil Menteri Perhubungan Suntana di kawasan Puncak, Bogor, dilansir media nasional , Rabu (25/12).

Ia menjelaskan program transportasi itu disubsidi pemerintah. Nantinya ada sekitar 15-20 unit bus yang memfasilitasi masyarakat dari Cibinong menuju kawasan Puncak dan arah sebaliknya.

“Itu disubsidi oleh pemerintah, tinggal masyarakat bisa parkir motor di daerah Karadenan atau di mana. Tinggal naik bus dengan biaya yang sangat murah,” katanya.

Menurut Suntana, selain untuk memudahkan akses masyarakat, program ini juga diharapkan bisa mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di jalur wisata Puncak.

Eks Kapolda Jawa Barat itu menilai masalah kemacetan di Puncak belum bisa terselesaikan. Karena itu, untuk jangka pendek, dia ingin mengoptimalisasi layanan yang ada, seperti pemberlakuan sistem satu arah atau one way.

Suntana menjelaskan Kemenhub juga berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam mempersiapkan penanganan jangka panjang dengan membangun infrastruktur jalan seperti Tol Caringin-Cisarua-Cianjur hingga melanjutkan pembangunan Jalur Puncak II.

“Karena 37 persen orang yang berangkat melewati jalur Puncak yang biasa ini itu menuju Cipanas dan Cianjur. Sehingga harus dipecah arusnya agar tidak terpusat lagi di wilayah Puncak,” katanya.

(Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *