Siapa Penentu Kebijakan DESIL Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Relatif

SUKABUMI – Desil berdasarkan metode pengelompokan penduduk atau keluarga ke dalam 10 tingkatan yang sama besar berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi relatif. Dalam sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),
Pemerintah menggunakan peringkat desil sebagai acuan untuk menyalurkan program perlindungan sosial,
Hal Penting tentang Desil :
- Bukan Nominal Pendapatan: Desil bukan angka pasti besaran gaji atau ukuran absolut kemiskinan, melainkan peringkat posisi relatif.
- Banyak Indikator: Penilaian dihitung dari kondisi perumahan, aset, listrik, pekerjaan, hingga pendidikan keluarga.
- Bisa Diperbarui: Jika status desil Anda tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, Anda bisa mengajukan sanggahan atau pembaruan data melalui desa/kelurahan, Dinas Sosial, atau Aplikasi Cek Bansos,

Kali ini berbeda dengan Cino salah satu warga Kp.Cirangkong Rt007/003 desa Cikaret Baldes kecamatan Kebonpedes kabupaten Sukabumi Mengeluhkan terkait ketidak adilan Pemerintah sebagai Penentu atau Pembuat Kebijakan atas dirinya terhadap ketentuan Desil yang di rasakan nya,
Cino menuturkan ke media Tipikorinvestigasi.com kronologis database Desil nya yang tidak kesesuaian yang di alaminya, Saya sempat kaget hari ini 01-10-2026 bahwasanya dirinya baru mengetahui kalau di DESIL 10 tingkat kesejahteraan paling tinggi dari teman nya,ucap Cino.
Cino pun mendatangi kantor Desa Cikaret Baldes dan berkordinasi dengan bagian Kesos Nanda,
CIno pun menceritakan semua yang di ketahui dari teman nya terkait dirinya masuk di Desil 10 ke Nanda,

Nanda sebagai Kesos desa cikaret Baldes langsung mengkroscek di Akun Resmi kemensos.go.id terkait Desil,
Terlihat dari akun resmi tersebut,memang Cino terdata sebagai Desil 10 yaitu Kelompok 10% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi atau paling sejahtera.ucap Nanda.
Nanda pun mencoba membantu dengan cara pengajuan dan peninjauan ulang kembali dengan mengisi biodata Cino terkait pekerjaan, penghasilan,dan lain-lain nya sesuai pendataan yang di minta oleh akun Resmi Kemensos.go.id ,
Menurut Nanda, Data Desil 10 yang di miliki Cino ini sudah ada dari tahun 2025.ini lah fungsinya kami sebagai Perangkat desa harus siap membantu keluhan dari masyarakat yang ada di wilayah desa Cikaret Baldes,ucap nya.
Cino menambahkan bahwasanya atas dasar apa pemerintah memberikan status saya di DESIL 10? tegas Cino.
Saya berumur 56 tahun, anak sudah menikah dan saya DUDA, Pekerjaan tidak jelas/Serabutan dan Rumah yang saya tempati saja dari warisan Aki(Kakek)saya dengan ukuran kurang lebih 20 meter persegi, Kamar mandi saja saya tidak ada, untuk memasak saja masih menggunakan kayu bakar, Jadi atas dasar apa pemerintah BPS(BADAN Pusat Statistik) dan KEMENSOS untuk mengkategorikan saya masuk di DESIL 10?Geram Cino.
Kronologis :
Cino menceritakan kepada media Tipikorinvestigasi com, bahwasanya pada tahun 2025 tepat nya di sekitar bulan Oktober-Desember Cino pernah di datangi oleh beberapa orang petugas kerumah nya,katanya untuk pendataan,
Akan tetapi saya kurang paham tentang pendataan tersebut untuk apa?
Kalau misal kan pendataan tersebut untuk mengacu ke DESIL, seharusnya beberapa orang petugas tersebut lebih peka dan memahami,masa iya tentang status yang saya miliki masuk di DESIL 10??ucap Cino.
Kadusunan 2 desa cikaret Baldes Pepen angkat Suara, Melihat dan mendengar kejadian yang di alami Cino, Inilah suatu pukulan keras untuk Pemerintah Pusat terkait pendataan DESIL.
Seharusnya pemerintah daerah, maupun pusat jangan merasa malu, bahwasanya masyarakat Indonesia ini notabene nya, masih banyak rakyat Indonesia yang masih rentan dalam KEMISKINAN,tegas Pepen.
Masih dengan Pepen, Pepen berharap para petugas sensus dari pendamping Dinsos,BPS harus jeli dan peka terhadap ketentuan dan regulasi DESIL tersebut, jangan seperti kasus Cino ini, jangan sampai salah mendata, kasihan orang yang tidak mampu dan tidak pernah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah malahan di buat Desil 10 yang tidak sewajarnya,
Berarti siapa yang membuat kesalahan ini?? Dan saya menyakini selain Cino pasti akan ada masyarakat yang berdatangan ke desa untuk meminta pengajuan ulang perbaikan pendataan.ucap Pepen. (Array)



