PEMERINTAHAN

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Bersilaturahim ke Padepokan Kaseban Jati Kasampurnan

JOMBANG — Kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia kembali mendapatkan suntikan energi moral yang menyejukkan. Pada tanggal 20 Agustus 2025, sebuah momen bersejarah dan penuh khidmat tersaji di pusat Pesantren Majma’al Bachroini Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, yang juga menjadi Pusat Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., didampingi oleh para pejabat tinggi utama (PJU) Mabes Polri serta jajaran kepolisian, melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahim kebangsaan yang sarat makna spiritual dan kenegaraan.

Pertemuan Agung di Ruang Khusus Kaseban Jati Kasampurnan
Kehadiran orang nomor satu di kepolisian Republik Indonesia ini disambut langsung oleh Bapak Kiai Muhammad Muchtar Mujtaba Mu’thi, selaku Mursyid Thoriqoh Siddiqiyyah Indonesia, Sang Pemrakarsa organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA Indonesia) yang dijiwai manunggalnya keimanan dan kemanusiaan, sekaligus Sang Pendiri Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara.

Pertemuan tersebut dilangsungkan di sebuah tempat yang sangat khusus dan penuh nilai sakral, yakni Padepokan Kaseban Jati Kasampurnan. Ruangan ini bukanlah tempat sembarangan; tercatat Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merupakan tamu agung kedua yang pernah diterima di tempat khusus tersebut. Sebelumnya, tempat ini pertama kali menerima tamu kehormatan Sang Resi Ida Pandita Siliwangi Manuaba, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat.

Penyambutan ini turut dihadiri secara lengkap oleh seluruh jajaran pengurus pusat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Shiddiqiyyah(ORSHID) serta pengurus DPP Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA Indonesia). Kehadiran kedua belah pihak menegaskan kuatnya ikatan batin antara elemen umaro (pemerintah/aparat penegak hukum) dan ulama (pemimpin spiritual umat).

Makna Mendalam: Sinergi Ulama dan Umaro untuk Kejayaan Nusantara
Sebagai media yang memotret perjalanan sejarah bangsa, Jas Merah melihat peristiwa ini jauh melampaui agenda protokoler kenegaraan biasa. Kunjungan ini adalah sebuah manifestasi nyata dari filosofi agung sinergi antara ulama dan umaro—dua pilar utama yang menjadi dwi-tunggal penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ketika umaro datang bersimpuh dalam silaturahim dan memohon doa restu kepada ulama, di situlah letak kekuatan moral bangsa Indonesia yang berketuhanan dan berkemanusiaan.”

Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, maksud utama dari silaturahim ini adalah untuk memohon doa restu demi keselamatan, keamanan, serta kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya agar institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah menjaga ketertiban, melindungi masyarakat, dan menegakkan hukum yang berkeadilan.

Pemilihan Padepokan Kaseban Jati Kasampurnan sebagai lokasi penerimaan juga menyiratkan pesan filosofis yang mendalam. Tempat ini melambangkan kemurnian niat, pencarian jati diri bangsa yang berakar pada budaya luhur, serta komitmen bersama untuk merajut perdamaian nusantara dari pusat kebudayaan dan keagamaan yang mandiri.

Simbol Ketulusan dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa. Langkah strategis Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. turun langsung menemui para tokoh spiritual bangsa menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang humanis, merangkul, dan menyadari sepenuhnya bahwa stabilitas keamanan nasional tidak hanya dibangun di atas landasan kekuatan fisik atau penegakan hukum semata. Stabilitas yang kokoh harus disangga oleh kekuatan doa, restu para ulama, serta kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa yang dijiwai oleh cinta tanah air.

Melalui momentum ini, Jas Merah dan “Radar Pojok Nusantara” mengabadikan sebuah babak penting di mana nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan berpadu harmonis. Sinergi yang terjalin di Pesantren Shiddiqiyyah Jombang ini diharapkan mampu menjadi teladan serta inspirasi bagi seluruh komponen bangsa di penjuru Nusantara untuk terus bersatu, merawat kerukunan, dan mengawal kedaulatan Ibu Pertiwi menuju Indonesia yang aman, damai, dan berdaulat. (DELPAN)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *