Proyek Penggantian Jembatan Kedep Dimulai

BOGOR – Proyek besar penggantian Jembatan Kedep di ruas Jalan Cileungsi–Cibinong (Citeureup) KM.JKT 62+440 resmi mulai dikerjakan. Proyek strategis milik Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun melintasi jalur vital penghubung wilayah Desa Tlajung Udik dan Desa Nambo, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan pantauan awak media Tipikor Investigasi pada Jumat (29/05/2026), aktivitas pekerjaan saat ini masih berada pada tahap awal, yakni pengangkatan beton dan aspal jembatan lama. Meski proses pembongkaran berlangsung, arus kendaraan roda dua dan pejalan kaki masih diperbolehkan melintas secara bergantian di satu sisi jembatan dengan pengawasan ketat pekerja proyek.
Proyek penggantian jembatan tersebut memiliki nilai kontrak fantastis mencapai Rp45.982.294.553 sesuai pagu RAB, dengan target waktu pengerjaan selama 230 hari kalender atau sekitar tujuh bulan.

Penyedia jasa dalam proyek ini adalah PT Tri Manunggal Karya. Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga menggandeng beberapa perusahaan lain untuk mendukung teknis pekerjaan konstruksi, termasuk PT Wika yang menangani pekerjaan lantai jembatan, betonisasi, dan pengaspalan. Selain itu terdapat perusahaan lain yang ikut terlibat sesuai bidang pekerjaan masing-masing dengan sistem kerja sama teknis, bukan subkontrak.
Manajer Proyek PT Tri Manunggal Karya, Maman Firmansyah mengatakan, tahap pembongkaran jembatan lama diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan sebelum masuk ke tahap pekerjaan pondasi bor pile.

“Target kami satu bulan pembersihan beton lama selesai. Setelah itu masuk tahap awal bor pile, tetapi memang ada beberapa kendala teknis di lapangan yang masih kami hitung dan sesuaikan,” ujar Maman kepada awak media.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan jalur alternatif sementara di atas pipa gas untuk mempermudah mobilitas warga dan pekerja yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

“Kami sedang musyawarah dengan pihak PGN terkait kemungkinan penggunaan akses di atas jalur pipa gas untuk kendaraan motor dan pejalan kaki. Karena jembatan ini menjadi akses penting dua wilayah, yakni Desa Tlajung Udik dan Desa Nambo,” jelasnya.
Menurut Maman, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama selama proses pembangunan berlangsung. Ia mengimbau pengendara motor dan pejalan kaki agar berhati-hati saat melintas karena alat berat yang digunakan untuk pengupasan beton dapat menyebabkan getaran dan guncangan di area jembatan.
“Untuk masyarakat mohon bersabar. Proyek ini memang membutuhkan waktu cukup lama sesuai RAB dan tahapan pekerjaan. Kami berusaha semaksimal mungkin agar selesai tepat waktu dan tidak ada kendala di lapangan,” tambahnya.
Di tengah aktivitas alat berat dan suara dentuman pembongkaran beton, dukungan masyarakat sekitar justru terus mengalir. Warga berharap proyek penggantian Jembatan Kedep dapat meningkatkan keselamatan dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan akses pada jalur tersebut.
Selain pengerjaan fisik, proyek ini juga berada dalam pengawasan ketat konsultan dari pihak PU Provinsi Jawa Barat bersama konsultan pengawas PT Adhimascipta Dwipantara KSO dan PT Metrikarsiplan Indonesia guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi dan RAB.
“Mari kita dukung program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam mempercantik dan meningkatkan kualitas jalan provinsi. Kami pastikan kualitas bahan dan pekerjaan diperhatikan dengan baik,” tegas Maman.
Dengan dimulainya proyek besar ini, masyarakat berharap Jembatan Kedep nantinya tidak hanya menjadi penghubung wilayah, tetapi juga simbol pembangunan dan perhatian pemerintah terhadap keselamatan serta kenyamanan warga Kabupaten Bogor.(Agung Dwi S)



