RAGAM

Pecah Rekor!, 102 Warga Ikut Donor Darah di Situsari

Bukti Kepedulian Masyarakat Bogor Mengalir Nyata

BOGOR – Semangat kemanusiaan membuncah di Kantor Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, saat kegiatan donor darah yang digelar Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Jonggol berlangsung sukses dan penuh antusiasme, Minggu (03/05/2026).

Sejak pagi hari, ratusan warga mulai memadati lokasi kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Mereka datang dengan satu tujuan mulia: menyumbangkan darah demi menyelamatkan sesama.

Kegiatan sosial ini menjadi bukti bahwa solidaritas masyarakat masih hidup dan mengalir deras di tengah kehidupan modern yang serba sibuk.

Kepala Desa Situsari, Dahlan, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan acara tersebut. Menurutnya, seluruh persiapan sudah dilakukan sejak sehari sebelumnya, sehingga kegiatan berjalan tertib dan lancar.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Ini merupakan kegiatan yang sudah ketujuh kali di beberapa kecamatan, dan berdasarkan informasi dari panitia, kali ini menjadi yang paling banyak pesertanya,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa kesadaran masyarakat untuk berbagi melalui donor darah terus meningkat dari waktu ke waktu.

Tak hanya warga Desa Situsari, peserta donor darah juga datang dari berbagai wilayah sekitar seperti Cileungsi, Cibarusah, hingga Cariu. Antusiasme lintas wilayah ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial mampu menyatukan masyarakat tanpa sekat batas administratif.

Total sebanyak 102 orang tercatat mendaftarkan diri sebagai pendonor. Namun, setelah melalui tahapan skrining kesehatan yang ketat, hanya 42 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.

Meski tidak semua bisa mendonor, semangat para peserta tetap mendapat apresiasi tinggi karena telah hadir dan menunjukkan kepedulian nyata.

Pelaksanaan donor darah kali ini mendapat dukungan penuh dari tenaga kesehatan Rumah Sakit RH Satibi yang memastikan seluruh proses berjalan aman, steril, dan sesuai prosedur medis.

Panitia juga menyiapkan berbagai konsumsi untuk peserta, seperti bubur kacang hijau, teh manis, dan makanan ringan, sebagai bentuk perhatian kepada para pendonor yang telah menyumbangkan energinya demi kemanusiaan.

Kepala Desa Dahlan menegaskan bahwa donor darah bukan hanya bernilai sosial, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh pendonor.

“Donor darah ini selain sebagai amal, juga baik untuk kesehatan. Masyarakat di sini sudah mulai paham dan sadar akan manfaatnya,” jelasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan meningkatnya edukasi kesehatan di tengah masyarakat, di mana donor darah kini dipahami sebagai gaya hidup positif dan tindakan mulia.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Kepala Desa berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin, idealnya setiap tiga bulan sekali, menyesuaikan kesiapan penyelenggara di tiap wilayah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, tenaga kesehatan, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi. Tanpa panitia dan peserta, kegiatan ini tentu tidak akan berjalan dengan baik,” tutupnya.

Kegiatan donor darah di Desa Situsari bukan hanya soal kantong darah yang terkumpul, tetapi tentang harapan, kepedulian, dan persatuan masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan zaman, warga Bogor membuktikan satu hal: ketika hati bergerak, nyawa bisa terselamatkan.(ADS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *