RAGAM

Launching Dapur MBG Bantar Jati: Harapan Baru untuk Gizi Masyarakat, Antusiasme Warga Menggema

BOGOR – Semangat kebersamaan dan harapan akan masa depan yang lebih sehat terasa begitu kuat dalam kegiatan launching Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) Bantar Jati yang berada di bawah naungan SPPG Yayasan Siliwangi Tribuana Nusantara. Acara yang digelar dengan penuh khidmat ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas gizi, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Sejak awal kegiatan, suasana tampak hidup. Warga dari berbagai kalangan memadati lokasi, menyaksikan langsung lahirnya program yang digadang-gadang menjadi solusi nyata atas persoalan gizi di lingkungan mereka. Kehadiran unsur pemerintah dan tokoh masyarakat semakin menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret yang ditunggu-tunggu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Bantar Jati Supena Jaya Atmaja, perwakilan Kecamatan Klapanunggal, Danramil Klapanunggal, Kapt. Kav. La Ahmadi, Babinsa, Amir R, Bhakamtibmas, Kepala SPPG Frans Nico Habeahan, Ketua Yayasan Siliwangi Tribuana Nusantara Ibu Lusi, BPD, LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga aparat keamanan dan warga sekitar.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Siliwangi Tribuana Nusantara, Ibu Lusi, menyampaikan pesan yang menyentuh. Ia menegaskan bahwa dapur MBG bukan hanya sekadar tempat memasak, tetapi simbol kepedulian dan gotong royong untuk masa depan generasi.

“Program ini adalah bentuk nyata kepedulian kami. Kami ingin memastikan masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan makanan bergizi yang layak. Ini bukan akhir, tapi awal dari komitmen panjang kami,” ujarnya dengan penuh harap.

Senada dengan itu, Kepala Desa Bantar Jati, Supena Jaya Atmaja, menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah desa. Ia menilai kehadiran Dapur MBG menjadi angin segar di tengah tantangan pemenuhan gizi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung program ini. Semoga menjadi contoh dan inspirasi bagi wilayah lain. Ini adalah langkah nyata menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SPPG, Frans Nico Habeahan, menegaskan kesiapan pihaknya dalam menjalankan program dengan penuh tanggung jawab. Ia memastikan bahwa kualitas dan ketepatan sasaran akan menjadi prioritas utama.

“Kami siap bekerja maksimal. Dapur ini harus benar-benar memberi manfaat. Makanan yang disajikan harus berkualitas, bergizi, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Puncak acara ditandai dengan prosesi simbolis berupa pemotongan tumpeng, santunan kepada anak yatim, hingga pengguntingan pita yang disambut tepuk tangan meriah. Para tamu undangan juga berkesempatan meninjau langsung fasilitas dapur, melihat kesiapan operasional yang telah disiapkan.

Dari pantauan di lapangan, antusiasme masyarakat begitu terasa. Anak-anak, ibu-ibu, hingga tokoh masyarakat tampak larut dalam kebahagiaan, seolah menyambut hadirnya harapan baru di tengah kehidupan mereka.

Dengan resmi diluncurkannya Dapur MBG Bantar Jati ini, harapan besar kini menggantung: tak ada lagi anak yang kekurangan gizi, tak ada lagi keluarga yang kesulitan mendapatkan makanan sehat. Program ini bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Bantar Jati dan sekitarnya. (ADS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *