354 Kepala Desa & 4321 Perangkat Desa se-kabupaten Cianjur Mengeluh

CIANJUR – Malang benar nasib perangkat & kepala desa di kabupaten Cianjur.
Sampai berita ini dimuat belum satupun dana yang bisa di cairkan.
Itulah sekelumit masalah yang harus segera diselesaikan Pemkab Cianjur.
Kinerja Bupati dan wakil bupati Cianjur seperti nya menjadi pembahasan hampir di tiap tempat orang-orang yang berkumpul terutama di kantor desa.

Bukan karena kedekatan nya dengan Gubernur jawa barat(KDM)Tapi cara kinerja nya yang belum bisa mengikuti jajak KDM itu sendiri.
Itu terbukti dengan banyak nya keluhan dari warga masyarakat dengan janji-janji nya semasa kampanye yang sampai saat ini tidak berjalan sesuai dengan janji yang di ucapkan nya sewaktu berkampampanye dulu.
Ditambah lagi dengan belum turun nya anggaran DD(DANA DESA dan juga ADD(ALOKASI DANA DESA)
Menjadikan pembangunan yang sudah di rencanakan sedikit tersendat.
Program yang sudah dirancang jauh-jauh hari Kembali harus tertunda.
Dan yang terutama tersendat nya DD & ADD menjelang idul fitri menjadikan perangkat & kepala.desa harus memeras isi kepala.
Kedekatan Bupati Cianjur dengan KDM ternyata tidak bisa menjamin cianjur bisa mengikuti arah dan cara kinerja KDM.
Terbukti sampai hari ini 4321 perangkat desa masih menunggu gaji tetap/siltap untuk kebutuhan keseharian mereka dan menjelang idul fitri.
Apalagi kini Dana desa sudah hampir habis dialokasi kan ke program KDMP(Koperasi Desa Merah Putih)
Dengan sisa anggaran DANA DESA berkisar 200jt-300jt an membuat kepala desa berpikir ulang untuk mencalonkan kembali menjadi kepala Desa.
Nama KDM menjadi jaminan untuk kemajuan jawa barat dengan cara kerja nya yang gercep,
Dr wahyu yang merupakan bupati Cianjur dan salah satu bupati kesayangan beliau,ternyata pada kenyataan nya tidak bisa mengikuti gerak dan langkah serta kebijakan yang KDM lakukan di setiap kunjungan nya.
Para kepala desa hanya bisa pasrah dengan kondisi yang sampai hari ini kurang menguntungkan mereka.
PR Pemerintahan kabupaten Cianjur dalam hal ini Bupati Cianjur harus lebih bisa bijaksana lagi dalam melihat kenyataan yang ada di lapangan,Khusus nya dengan apa yang pernah dijanjikan dalam masa-masa kampanye nya.
25jt/tahun/RT yang dijanjikannkini telah berubah,ditambah insentif guru ngaji
Yang nasib nya makin tidak jelas.
Kini ditambah lagi dengan lambat nya gaji perangkat dan kepala desa yang belum juga ada pencairan.
Sudah 3 bulan ini perangkat dan kepala desa belum ada kabar Kapan mereka akan mendapatkan gaji mereka/ Pencairan.
Harapan perangkat dan kepala desa agar siltap diberikan tiap bulan dan jangan sampai ada dugaan dana sudah ada tapi penyaluran justru menunggu saat yang tepat dan tidak parkir atau mengendap terlalu lama di bank.
Tipikorinvestigasi
Mitrakerjadesa
(Asep lukman)



